Peran CBI dalam Mendukung Transformasi Digital Sektor Keuangan
Rabu, 23 Oktober 2024 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
“Transformasi digital sangat penting untuk meningkatkan layanan pelanggan. Dengan teknologi canggih, termasuk analitik data dan machine learning, kami dapat memberikan layanan yang lebih personal dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko pelanggan,” ujar Ivan di hadapan lebih dari 2000 eksekutif dan pemimpin teknologi.
CBI, yang telah bekerja sama dengan lebih dari 50 bank dan lembaga keuangan, tidak hanya memberikan layanan data kredit yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, tetapi juga memanfaatkan data alternatif untuk meningkatkan keputusan kredit. Data alternatif ini mencakup catatan utilitas, data telekomunikasi, informasi sewa, transaksi e-commerce, hingga verifikasi pendapatan.
“Data alternatif sangat berharga bagi calon peminjam yang memiliki riwayat kredit tradisional yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Namun, data alternatif juga memiliki risiko terkait akurasi, kualitas, legalitas, privasi, dan kepatuhan. Kami di CBI selalu memastikan bahwa data yang kami kelola sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Ivan.
Ivan menambahkan, bahwa CBI mengembangkan seluruh sistem informasinya secara mandiri, untuk memastikan fleksibilitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan unik setiap lembaga keuangan. CBI mengimplementasikan seluruh sistem secara on-premise, hal ini selaras dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada seluruh LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan) dalam pengelolaan pusat datanya.
“CBI dapat melayani segala kebutuhan anggotanya dengan fleksibel, mudah dikustomisasi, dan cepat. Kami siap memproses permintaan laporan perkreditan dalam jumlah besar dengan waktu tanggap yang sangat cepat. Ini akan berkontribusi secara signifikan pada pengurangan waktu pemrosesan aplikasi kredit di lembaga keuangan,” lanjut Ivan.
“Kami memahami bahwa data pribadi adalah milik individu masing-masing sehingga seluruh aspek penyimpanan dan pengolahan data membutuhkan persetujuan mereka. Kami berkomitment memastikan bahwa setiap data yang kami kelola adalah legal dan telah diizinkan penggunaannya oleh pemiliknya dalam pemrosesan kredit,” tegas Ivan.
CBI, yang telah bekerja sama dengan lebih dari 50 bank dan lembaga keuangan, tidak hanya memberikan layanan data kredit yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, tetapi juga memanfaatkan data alternatif untuk meningkatkan keputusan kredit. Data alternatif ini mencakup catatan utilitas, data telekomunikasi, informasi sewa, transaksi e-commerce, hingga verifikasi pendapatan.
“Data alternatif sangat berharga bagi calon peminjam yang memiliki riwayat kredit tradisional yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Namun, data alternatif juga memiliki risiko terkait akurasi, kualitas, legalitas, privasi, dan kepatuhan. Kami di CBI selalu memastikan bahwa data yang kami kelola sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Ivan.
Ivan menambahkan, bahwa CBI mengembangkan seluruh sistem informasinya secara mandiri, untuk memastikan fleksibilitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan unik setiap lembaga keuangan. CBI mengimplementasikan seluruh sistem secara on-premise, hal ini selaras dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada seluruh LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan) dalam pengelolaan pusat datanya.
“CBI dapat melayani segala kebutuhan anggotanya dengan fleksibel, mudah dikustomisasi, dan cepat. Kami siap memproses permintaan laporan perkreditan dalam jumlah besar dengan waktu tanggap yang sangat cepat. Ini akan berkontribusi secara signifikan pada pengurangan waktu pemrosesan aplikasi kredit di lembaga keuangan,” lanjut Ivan.
Privasi Data dan Persiapan Menghadapi UU Pelindungan Data Pribadi
Menjawab tantangan privasi data di era digital, Ivan menekankan bahwa CBI telah bersiap menghadapi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang akan segera berlaku. CBI menjadi biro kredit pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi ISO 27701, yang memastikan praktik pengelolaan data sesuai dengan standar perlindungan privasi internasional.“Kami memahami bahwa data pribadi adalah milik individu masing-masing sehingga seluruh aspek penyimpanan dan pengolahan data membutuhkan persetujuan mereka. Kami berkomitment memastikan bahwa setiap data yang kami kelola adalah legal dan telah diizinkan penggunaannya oleh pemiliknya dalam pemrosesan kredit,” tegas Ivan.
Masa Depan Layanan Keuangan: Digital dan Tanpa Tatap Muka
Ivan juga membahas tren ke depan di sektor keuangan, di mana layanan keuangan akan semakin bergerak menuju perbankan digital, memungkinkan pembiayaan tanpa perlu tatap muka secara langsung.Lihat Juga :