BRICS Luncurkan Uang Kertas Simbolis, Menampilkan Bendera Indonesia

Jum'at, 25 Oktober 2024 - 11:53 WIB
loading...
A A A
Beberapa laporan menyebutkan bahwa uang kertas BRICS dapat disebut sebagai "unit", dengan dukungan yang mungkin berasal dari emas dan mata uang anggota. Namun, hal ini masih bersifat spekulatif, dan belum ada pengumuman resmi mengenai peluncuran mata uang BRICS.

BRICS Luncurkan Uang Kertas Simbolis, Menampilkan Bendera Indonesia


Para pemimpin juga menugaskan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk mengeksplorasi langkah-langkah lebih lanjut dalam mata uang lokal dan integrasi keuangan. Salah satu hasil yang signifikan dari pertemuan ini adalah rencana untuk mendirikan infrastruktur penyelesaian lintas batas yang independen, yang untuk sementara disebut BRICS Clear. Sistem ini bertujuan untuk melengkapi mekanisme pasar keuangan yang sudah ada sambil mempromosikan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan internasional.

Meskipun pengesahan mata uang lokal menandai sebuah langkah yang berani, jalan ke depan untuk BRICS bukannya tanpa tantangan. Putin mencatat bahwa kecepatan transisi menuju sistem ekonomi yang lebih adil bergantung pada meninggalkan aturan dan platform orang lain. Semakin lama BRICS beroperasi dalam struktur keuangan yang didominasi Barat saat ini.

KTT ini juga melihat BRICS secara kolektif menolak Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon Uni Eropa, menyebutnya sebagai tindakan proteksionis dengan kedok masalah lingkungan. Sikap ini menyoroti tujuan bersama blok untuk menolak apa yang mereka anggap sebagai dominasi ekonomi Barat sambil mempromosikan sistem keuangan global yang lebih adil.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Rekomendasi
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved