BRICS Luncurkan Uang Kertas Simbolis, Menampilkan Bendera Indonesia

Jum'at, 25 Oktober 2024 - 11:53 WIB
loading...
A A A
Ketua Bank Pembangunan Baru (NDB) Dilma Rousseff menggemakan kekhawatiran Putin, dengan menyatakan bahwa dolar telah digunakan sebagai alat politik, yang merongrong keandalannya dalam keuangan global.

Ambisi Tinggalkan Dolar AS

Negara-negara BRICS secara resmi mendukung penyelesaian pembayaran lintas batas dalam mata uang lokal, menandai langkah signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Deklarasi Kazan, yang dikeluarkan pada akhir KTT, menyatakan, "Kami menyambut baik penggunaan mata uang lokal dalam transaksi keuangan antara negara-negara BRICS dan mitra dagang mereka."

Inisiatif ini dipandang sebagai bagian dari Inisiatif Pembayaran Lintas Batas BRICS yang lebih luas, yang mendorong penggunaan mata uang lokal secara sukarela dan tidak mengikat. India memainkan peran utama dalam mengadvokasi penyelesaian mata uang lokal. Perdana Menteri Narendra Modi menekankan bahwa pergeseran ini akan memperkuat hubungan ekonomi di antara negara-negara BRICS dan menyediakan kerangka kerja yang lebih tangguh untuk perdagangan.

India telah mengambil langkah-langkah ke arah ini, memungkinkan penyelesaian perdagangan dalam rupee dengan negara-negara seperti Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA), dan India melanjutkan diskusi dengan negara-negara lain seperti Indonesia.

Baca Juga: Peramal Super: Perang Dunia III Segera Pecah di Ukraina, AS Runtuh Tahun 2032

Meskipun uang kertas BRICS secara simbolis telah meningkatkan ekspektasi akan mata uang bersama, para pejabat tetap berhati-hati, dan lebih berfokus pada integrasi pasar keuangan dan membangun infrastruktur untuk penyelesaian mata uang lokal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Rekomendasi
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved