Rusia Menjual Lebih Banyak Gas di Eropa Usai Memotong Pasokan Austria
Rabu, 20 November 2024 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Pada masa puncaknya, Rusia memasok 35% gas Eropa, tetapi sejak perang Ukraina dimulai pada tahun 2022, Gazprom telah kehilangan pangsa pasar ke Norwegia, AS, dan Qatar.
Aliran perusahaan yang tersisa ke Eropa diperkirakan tidak akan berlanjut lebih lama, dengan pipa era Soviet melalui Ukraina akan ditutup pada akhir tahun ini karena Kiev tidak ingin memperpanjang perjanjian transit.
Pipa Yamal-Eropa melalui Belarus telah ditutup setelah konflik memenas, sementara Rusia menyalahkan AS dan Inggris atas ledakan di bawah Laut Baltik yang menutup rute Nord Stream.
Baca Juga: Tekad Negara Uni Eropa Lupakan Gas Rusia
Washington dan London telah membantah bahwa mereka meledakkan pipa. The Wall Street Journal melaporkan para pejabat Ukraina berada di balik serangan itu. Namun Kiev telah membantah hal itu.
Jika Ukraina menutup rute transit gas, pasokan Rusia yang mengalir deras bakal beralih ke Slovakia dan Hongaria, yang mendapatkan sebagian besar volumenya melalui pipa yang sebagian besar mengalir melalui Turki.
Aliran perusahaan yang tersisa ke Eropa diperkirakan tidak akan berlanjut lebih lama, dengan pipa era Soviet melalui Ukraina akan ditutup pada akhir tahun ini karena Kiev tidak ingin memperpanjang perjanjian transit.
Pipa Yamal-Eropa melalui Belarus telah ditutup setelah konflik memenas, sementara Rusia menyalahkan AS dan Inggris atas ledakan di bawah Laut Baltik yang menutup rute Nord Stream.
Baca Juga: Tekad Negara Uni Eropa Lupakan Gas Rusia
Washington dan London telah membantah bahwa mereka meledakkan pipa. The Wall Street Journal melaporkan para pejabat Ukraina berada di balik serangan itu. Namun Kiev telah membantah hal itu.
Jika Ukraina menutup rute transit gas, pasokan Rusia yang mengalir deras bakal beralih ke Slovakia dan Hongaria, yang mendapatkan sebagian besar volumenya melalui pipa yang sebagian besar mengalir melalui Turki.
(akr)
Lihat Juga :