alexametrics

IHSG Naik 21,63 Poin, Bursa Asia Melonjak Jelang Kesepakatan AS-China

loading...
IHSG Naik 21,63 Poin, Bursa Asia Melonjak Jelang Kesepakatan AS-China
IHSG ditutup bertambah 21,63 poin atau 0,34% menjadi 6.296,57. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup reli, dengan mencetak keuntungan 21,63 poin atau 0,34% menjadi 6.296,57 Senin (13/1/2020).

Awal perdagangan, IHSG dibuka melanjutkan penguatan sebesar 12,97 poin atau 0,21% menjadi 6.287,91. Senin ini, indeks bergerak di level 6.269,48-6.297,78.

Tujuh dari 10 indeks sektoral menguat sehingga mendorong IHSG melakukan reli. Sektor aneka industri paling tinggi kenaikannya, sebesar 1,03%. Dan sektor industri dasar memimpin pelemahan.



Dari 605 saham yang diperdagangkan di bursa, 239 tertekan, 163 stabil, dan 203 meningkat. Nilai transaksi saham Rp6,52 triliun dari 10,13 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp236,48 miliar, dengan aksi beli asing Rp2,36 triliun dan aksi jual asing Rp2,12 triliun.

Penguatan IHSG pada Senin ini merespon kesepakatan perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan China, yang akan mendorong pemulihan perekonomian global. Kesepakatan dagang dua negara ekonomi terbesar dunia ini juga melonjakan pasar saham Asia.

Mengutip dari CNBC, Senin (13/1/2020), bursa China daratan ditutup melonjak. Shanghai naik 0,75% menjadi 3.115,57. Shenzhen melompat 1,36% menjadi 1.822,35. Indeks Hang Seng Hong Kong juga melambung 1,11% ke level 28.954,94.

Di Korea Selatan, Kospi perkasa 1,04% menjadi 2.229,26, karena saham kosmetik mencatat kenaikan signifikan. Bursa saham Taiwan, Taiex naik 0,74% menjadi 12.113,42. Pasar saham Jepang tutup karena libur nasional.

Pasar saham Australia, ASX 200 melawan tren, dengan menurun 0,37% menjadi 6.903,70, seiring tumbangnya saham-saham perusahaan energi. Saham Origin Energy jatuh 1,72%, Woodside Petroleum turun 1,20%, dan Santos melemah 0,56%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak