Tertarik Investasi Bitcoin? Simak Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasi yang Mudah!

Selasa, 03 Desember 2024 - 15:01 WIB
loading...
Tertarik Investasi Bitcoin?...
(Ilustrasi: dok Freepik)
A A A
JAKARTA - Sudah banyak orang yang menjadikan crypto sebagai salah satu pilihan instrumen investasi. Salah satu jenis mata uang crypto yang paling populer adalah Bitcoin atau BTC.

Namun, sebelum memutuskan untuk memulai investasi Bitcoin, penting bagi kamu untuk mengenali potensi keuntungan Bitcoin, risiko yang mungkin menghampiri, serta cara investasi Bitcoin yang mudah. Ini bertujuan agar kamu bisa memilih jenis investasi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Sekilas Mengenai Bitcoin: Keuntungan, serta Risikonya

Bitcoin (BTC) adalah mata uang crypto yang ditemukan sejak tahun 2009 oleh sosok anonim bernama Satoshi Nakamoto. Sejak saat itu, popularitas Bitcoin semakin meningkat setiap waktunya, diiringi dengan menanjaknya harga Bitcoin hingga kini. Hal itu menjadikan semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di mata uang crypto paling populer tersebut.

Berbeda dengan mata uang konvensional lainnya, Bitcoin tidak dikendalikan oleh otoritas pusat seperti lembaga keuangan bank atau pemerintah. Bitcoin memiliki sistem terdesentralisasi, yang berarti tidak membutuhkan pihak ketiga dalam operasionalnya. Seluruh transaksi bisa langsung dilakukan oleh pengguna dan antar pengguna di seluruh dunia.

Hal ini juga membuat proses transaksi dan pembayaran Bitcoin menjadi lebih cepat dan lebih murah, jika dibandingkan dengan bertransaksi menggunakan mata uang konvensional. Sebab, mata uang konvensional tentunya terikat erat dengan aturan-aturan otoritas pusat seperti perbankan.

Namun di sisi lain, tidak adanya otoritas pusat yang mengatur, juga membuat pengguna juga akan sulit untuk mengatasi masalah yang timbul dalam transaksi Bitcoin. Belum adanya regulasi yang mengatur seluruh hal terkait mata uang kripto dan transaksinya, juga akan membuat kamu harus terus update terhadap regulasi crypto yang tentu berpengaruh pada nilai Bitcoin yang kamu miliki.

Bagaimana cara membuat Bitcoin? Untuk membuat Bitcoin, miner atau penambang Bitcoin harus menggunakan perangkat lunak khusus untuk memecahkan algoritma Bitcoin (mining process). Jika berhasil, sejumlah Bitcoin pun baru bisa didapatkan. Secara keseluruhan, Bitcoin hanya didesain untuk diproduksi maksimal sebanyak 21 juta unit di seluruh dunia. Tentunya hal ini berbeda dengan mata uang fiat yang bisa diproduksi dalam jumlah tidak terbatas.

Ini membuat banyak orang yang memilih untuk menyimpan Bitcoin karena persediaannya yang terbatas dan langka. Banyak yang menilai permintaan terhadap Bitcoin akan bertambah setiap waktunya, yang sejalan dengan peningkatan nilainya. Apalagi, Bitcoin tidak rentan terdampak penurunan nilai dalam jangka panjang (tidak mudah terdampak inflasi), layaknya mata uang fiat.

Selain itu, Bitcoin juga menggunakan teknologi canggih yang bernama blokchain. Setiap transaksi Bitcoin yang dilakukan, akan tersimpan dan tercatat dalam rantai blok, yang dapat dilihat dan diakses oleh penggunanya di seluruh dunia. Ini menjadikan transaksi Bitcoin sangatlah transparan.

Namun, di sisi lain transaksi Bitcoin juga dilindungi oleh teknologi sistem database yang unik, sehingga tidak bisa diubah maupun dihapus. Ini akan mengurangi risiko adanya manipulasi data, serta pencurian dan pemalsuan Bitcoin-mu.

Setiap transaksi Bitcoin yang dilakukan pengguna, telah dienkripsi dan diverifikasi keasliannya oleh algoritma yang canggih. Jadi, semua data terkait identitas pengguna pun mampu terlindungi. Pemiliknya juga memiliki kunci khusus yang hanya bisa digunakan untuk mengakses Bitcoin miliknya, sehingga bertransaksi dengan Bitcoin sudah pasti aman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Rekomendasi
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved