Harga Gas Turun, Industri Pupuk Kian Kompetitif

Senin, 31 Agustus 2020 - 20:48 WIB
loading...
Harga Gas Turun, Industri...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Industri pupuk kini bisa bernapas lega. Pasalnya, harga gas industri sudah turun mengikuti dua aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM. Kedua aturan itu adalah Peraturan Menteri No. 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan Keputusan Menteri ESDM No. 89K/10/MEM/2020, yang mengatur penyesuaian harga gas untuk beberapa sektor industri.

Jadi, sekarang industri pupuk sudah bisa mendapatkan harga gas yang tak lagi membebani mereka, atau sekitar USD6 per mmbtu. Jauh sebelumnya, harga gas yang dibayar pihak industri pupuk di atas angka USD6.

Penurunan harga gas itu akan berdampak positif bagi industri pupuk. Ujung-ujungnya, memberi manfaat efisiensi yang cukup signifikan terhadap ongkos produksi, sehingga bisa membuat produksi pupuk nasional kian kompetitif di pasar ekspor .

"Penyesuaian harga gas dapat meningkatkan daya saing industri pupuk. Pupuk Indonesia Grup sangat berterima kasih kepada Menteri ESDM atas kebijakan tersebut," kata Bakir Pasaman, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), di Jakarta, Senin (31/8/2020). ( Baca juga:IHSG Merosot, Analis Sarankan Investor Beli Saham Perbankan )

PT Pupuk Indonesia sendiri terus melakukan ekspornya demi meningkatkan perolehan devisa sehingga bisa memperkuat nilai tukar rupiah dan membantu pemulihan ekonomi nasional. Nah hingga semester I kemarin, ekspor Pupuk Indonesia mencapai 1.365.803 ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
Kolaborasi Multipihak...
Kolaborasi Multipihak Dorong Dekarbonisasi dan Inisiatif Ekonomi Sirkular untuk Daya Saing Industri
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
Harga Gas LPG 12 Kg...
Harga Gas LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Ikut Naik Jadi Rp107.000 hingga Rp228.000 per Tabung
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rumah Tangga 25%
Harga Gas Melonjak di...
Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50%
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Krisis Pupuk Akibat...
Krisis Pupuk Akibat Perang Iran, Uni Eropa Andalkan Kotoran Sapi
Imbas Selat Hormuz Ditutup,...
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
Rekomendasi
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved