Menteri Yandri Dorong Kolaborasi MHU Tingkatkan Perekonomian Desa di Kaltim
Minggu, 08 Desember 2024 - 19:55 WIB
loading...
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto dalam rangkaian kunjungan kerja ke dua desa di daerah Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke dua desa di daerah Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Desa Lung Anai dan Desa Sungai Payang, pada Sabtu (7/12). Kunjungan tersebut bagian dari program percepatan ekomoni desa .
Kedua desa ini merupakan mitra strategis Multi Harapan Utama (MHU) yang merupakan anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI) dalam menerapkan Environment, Social, Governance (ESG) yang mengembangkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di sekitar wilayah operasionalnya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Lebak, 3 Warga Tewas dan 1 Luka-luka
Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Loa Kulu, meninjau Desa Lung Anai yang dikenal sebagai pusat pengembangan kakao. Kunjungan dimulai dengan kegiatan penanaman pohon kakao di kebun induk seluas dua hektare di Desa Lung Anai. Kebun ini dirancang sebagai pusat pelatihan dan pembinaan bagi petani kakao setempat, sekaligus menjadi sumber utama bahan baku untuk produk-produk cokelat desa.
Di sini, ia melihat langsung proses pengolahan bahan mentah kakao menjadi produk cokelat batangan dan kemasan yang telah bersertifikat halal. Produk-produk unggulan dari Rumah Cokelat ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Lung Anai, yang mayoritas merupakan suku Dayak.
Kedua desa ini merupakan mitra strategis Multi Harapan Utama (MHU) yang merupakan anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI) dalam menerapkan Environment, Social, Governance (ESG) yang mengembangkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di sekitar wilayah operasionalnya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Lebak, 3 Warga Tewas dan 1 Luka-luka
Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Loa Kulu, meninjau Desa Lung Anai yang dikenal sebagai pusat pengembangan kakao. Kunjungan dimulai dengan kegiatan penanaman pohon kakao di kebun induk seluas dua hektare di Desa Lung Anai. Kebun ini dirancang sebagai pusat pelatihan dan pembinaan bagi petani kakao setempat, sekaligus menjadi sumber utama bahan baku untuk produk-produk cokelat desa.
Di sini, ia melihat langsung proses pengolahan bahan mentah kakao menjadi produk cokelat batangan dan kemasan yang telah bersertifikat halal. Produk-produk unggulan dari Rumah Cokelat ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Lung Anai, yang mayoritas merupakan suku Dayak.
Lihat Juga :