Menteri Teten Terus Buru UMKM yang Belum Melek Digital
Senin, 31 Agustus 2020 - 23:43 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - SMESCO Indonesia bersama dengan Blibli hari ini meluncurkan Program Kakak Asuh untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Program ini juga turut didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).
"Sebagai upaya digitalisasi UMKM, saya rasa program ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang belum melek digital. Ini juga wujud kemitraan antara usaha besar dengan usaha kecil yang bisa mendorong UMKM tumbuh besar," ujar MenKop UKM Teten Masduki dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (31/8/2020). ( Baca juga:Mandiri Syariah Sediakan Investasi yang Tak Bikin Kaya, tapi Nambah Pahala )
Dia menyampaikan, digitalisasi UMKM ini harus dipercepat, karena untuk memulihkan ekonomi Indonesia, peran UMKM sangatlah besar. Makanya, Teten menyambut baik diluncurkannya program ini. Dia berharap agar kemitraan ini tidak dipandang secara negatif.
"Sejak pandemi, sudah ada perubahan perilaku konsumen, yang kemudian menyebabkan transaksi ecommerce meningkat tajam. 97% wilayah Indonesia kan sudah bisa dilayani lewat ranah digital. Ini akan membuka akses pasar yang lebih luas untuk UMKM," ungkapnya.
Selain membantu UMKM melek digital, Teten berharap program ini dapat membantu UMKM menaikkan standar, kualitas, dan kapasitas marketing mereka.
"Sebagai upaya digitalisasi UMKM, saya rasa program ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang belum melek digital. Ini juga wujud kemitraan antara usaha besar dengan usaha kecil yang bisa mendorong UMKM tumbuh besar," ujar MenKop UKM Teten Masduki dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (31/8/2020). ( Baca juga:Mandiri Syariah Sediakan Investasi yang Tak Bikin Kaya, tapi Nambah Pahala )
Dia menyampaikan, digitalisasi UMKM ini harus dipercepat, karena untuk memulihkan ekonomi Indonesia, peran UMKM sangatlah besar. Makanya, Teten menyambut baik diluncurkannya program ini. Dia berharap agar kemitraan ini tidak dipandang secara negatif.
"Sejak pandemi, sudah ada perubahan perilaku konsumen, yang kemudian menyebabkan transaksi ecommerce meningkat tajam. 97% wilayah Indonesia kan sudah bisa dilayani lewat ranah digital. Ini akan membuka akses pasar yang lebih luas untuk UMKM," ungkapnya.
Selain membantu UMKM melek digital, Teten berharap program ini dapat membantu UMKM menaikkan standar, kualitas, dan kapasitas marketing mereka.
Lihat Juga :