Tanda-tanda Ekonomi Rusia Mulai Terpuruk, Putin Diambang Kesulitan

Senin, 09 Desember 2024 - 20:18 WIB
loading...
Tanda-tanda Ekonomi...
Para pakar memperingatkan perekonomian Rusia mulai menunjukkan tanda-tanda keterpurukan dengan kekurangan tenaga kerja yang semakin parah dan inflasi yang tinggi. Presiden Rusia Vladimir Putin. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Para pakar memperingatkan perekonomian Rusia mulai menunjukkan tanda-tanda keterpurukan dengan kekurangan tenaga kerja yang semakin parah. Pada bulan Oktober, Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga menjadi 21%, di level tertinggi dalam 21 tahun, untuk menanggulangi inflasi yang terus meningkat.

Keputusan tersebut menuai protes dari kalangan oligarki yang mendukung Presiden Vladimir Putin, namun tetap diterapkan demi mengendalikan lonjakan harga yang semakin membebani ekonomi. Bos Rostec juga Konglomerat Pertahanan Milik Negara, Sergei Chemezov mengungkapkan, kebijakan yang diambil oleh Kepala Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina, bisa menjadi rem serius terhadap pertumbuhan industri dan berisiko mengarah pada stagflasi, sebuah kondisi di mana inflasi tinggi disertai dengan stagnasi ekonomi.

Baca Juga: Bashar al-Assad Terguling, Harga Minyak Merangkak Naik

Sementara, Richard Connolly, peneliti di Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan kepada Telegraph, langkah Nabiullina tersebut telah menimbulkan keluhan dari banyak sekutu Putin. Meskipun demikian, protes dari kalangan oligarki diabaikan oleh Kremlin, karena Putin disebut telah menanamkan banyak modal politiknya untuk mendukung Nabiullina.

Connolly juga menegaskan, tekanan inflasi yang semakin meningkat membuat Putin sulit untuk mengabaikan kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan Nabiullina. Inflasi Rusia tercatat mencapai 8,5% pada Oktober 2024, memperburuk kondisi perekonomian yang sudah tertekan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved