Apakah BRICS akan Terpecah usai Diancam Trump? Simak Penjelasan Lengkapnya

Jum'at, 13 Desember 2024 - 15:05 WIB
loading...
Apakah BRICS akan Terpecah...
BRICS yang dalam beberapa tahun ke belakang tengah berkembang dengan merekrut sejumlah negara baru, kini seakan mulai terancam dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - BRICS yang dalam beberapa tahun ke belakang tengah berkembang dengan merekrut sejumlah negara baru, kini seakan mulai terancam dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Pada masa kampanye, Trump dengan tegas memperingatkan negara-negara BRICS tentang tarif 100% atas rencana mata uang baru untuk menantang dolar AS .

Baca Juga: BRICS Balik Kanan Soal Dedolarisasi: Tak Lagi Tertarik Meruntuhkan Dolar AS

Kebanyakan ekonom sepakat bahwa sistem keuangan yang didominasi dolar memberi Amerika Serikat keuntungan ekonomi yang besar, termasuk biaya pinjaman yang lebih rendah, kemampuan untuk mempertahankan defisit fiskal yang lebih besar dan stabilitas nilai tukar.

Apakah BRICS akan Terpecah usai Diancam Trump?

Terkait ancaman serius dari Trump, para anggota BRICS seakan mulai ketar-ketir. Contohnya seperti India yang menjelaskan jika mereka tidak akan sepenuhnya meninggalkan dolar.

India tidak mendukung penciptaan mata uang bersama di antara sembilan negara yang tergabung dalam BRICS, namun India berusaha untuk meningkatkan perdagangan dalam mata uang lokalnya, menurut sejumlah analis di New Delhi.

Tidak hanya India, pemerintah Afrika Selatan juga menegaskan tidak ada rencana untuk menciptakan mata uang BRICS, dan menyalahkan "pelaporan yang salah baru-baru ini" karena menyebarkan narasi yang salah.

Hal ini menimbulkan spekulasi jika akan terjadi perpecahan di dalam kubu BRICS. Namun apakah itu adalah kemungkinan yang akan terjadi di masa depan? Meski bisa saja terjadi, ancaman Trump ini justru dapat memperburuk hubungan dengan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, yang merupakan beberapa mitra dagang utama AS.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, tren semakin menguat terhadap dolar sebagai mata uang cadangan, seraya mengatakan bahwa "semakin banyak negara beralih menggunakan mata uang nasional dalam perdagangan dan aktivitas ekonomi luar negeri mereka."

Sejumlah Anggota BRICS Optimistis Trump Tidak akan Menghalangi BRICS

Dilansir dari TASS, kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih pada Januari 2025 tidak akan menghalangi perkembangan BRICS. Negara-negara anggota akan terus memperkuat kerja sama ekonomi, terlepas dari kebijakan pemerintahan baru AS, kata Jose Juan Sanches, presiden lembaga analisis Brasil CMA Group, kepada TASS.

"Kita dapat mendekati masalah ini dari dua perspektif: ekonomi dan politik. Dari sudut pandang ekonomi, yang perkembangannya semata-mata bergantung pada situasi pasar global, tidak akan ada masalah," katanya, menanggapi pertanyaan tentang masa depan BRICS di bawah kepemimpinan Trump.

Baca Juga: Lupakan Dedolarisasi, Misi BRICS Beralih Menguasai AI demi Saingi AS

Namun, analis tersebut mengakui bahwa di bawah presiden baru, Amerika Serikat mungkin akan berupaya menghalangi perluasan BRICS lebih lanjut, khususnya penyertaan negara-negara mitra ke dalam kerangka "BRICS Plus".

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan jika ancaman Trump kemungkinan memang bisa membuat BRICS terpecah. Namun jika ancaman itu diberlakukan, satu hal yang pasti adalah akan semakin banyak negara yang mulai menentang monopoli Barat.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved