Kolaborasi dan Adopsi Teknologi Tingkatkan Layanan Kesehatan
Senin, 16 Desember 2024 - 11:34 WIB
loading...
Webinar bertajuk Expert Meeting of Modern Diagnostics in Diarrhea Management: Exploring the Latest Update Guidelines on Diarrhea Management in Indonesia pada Minggu (15/12/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Melalui kolaborasi dan adopsi teknologi diagnostik seperti Tes Cepat Molekuler (TCM) diharapkan pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih efisien, efektif dan membantu meringankan biaya perawatan. Hal itu mencuat dalam webinar bertajuk "Expert Meeting of Modern Diagnostics in Diarrhea Management: Exploring the Latest Update Guidelines on Diarrhea Management in Indonesia" pada Minggu (15/12/2024).
Webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membahas pembaruan terbaru yang terdapat dalam buku konsensus serta tata laksana manajemen diare di Indonesia. Webinar ini dihadiri oleh sekitar 1.400 dokter, baik dokter umum, dokter spesialis gastroenterologi hepatologi, maupun dokter spesialis penyakit dalam.
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi diare pada semua kelompok umur di Indonesia mencapai 4,3% dan kelompok subjek berusia lebih dari 75 tahun merupakan populasi dengan prevalensi diare terbesar, yaitu 5,1%.
Data Global Burden of Disease tahun 2016, diare termasuk dalam sepuluh besar penyakit dengan beban kesehatan tertinggi secara global. Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan di Indonesia, keberhasilan dalam menurunkan angka kejadian dan mortalitas akibat diare masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan upaya yang belum optimal di dalam pencegahan dan juga di berbagai daerah.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Berbasis AI Dipecaya Mengatas Jerawat
Webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membahas pembaruan terbaru yang terdapat dalam buku konsensus serta tata laksana manajemen diare di Indonesia. Webinar ini dihadiri oleh sekitar 1.400 dokter, baik dokter umum, dokter spesialis gastroenterologi hepatologi, maupun dokter spesialis penyakit dalam.
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi diare pada semua kelompok umur di Indonesia mencapai 4,3% dan kelompok subjek berusia lebih dari 75 tahun merupakan populasi dengan prevalensi diare terbesar, yaitu 5,1%.
Data Global Burden of Disease tahun 2016, diare termasuk dalam sepuluh besar penyakit dengan beban kesehatan tertinggi secara global. Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan di Indonesia, keberhasilan dalam menurunkan angka kejadian dan mortalitas akibat diare masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan upaya yang belum optimal di dalam pencegahan dan juga di berbagai daerah.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Berbasis AI Dipecaya Mengatas Jerawat
Lihat Juga :