India Pilih Rangkul Dolar Daripada Mata Uang BRICS, Ini Alasannya

Minggu, 05 Januari 2025 - 15:55 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: UNIFIL dan Hizbullah Sudah Kehilangan Kesabaran dengan Israel

Langkah India tersebut dinilai memiliki alasan kuat. Bisnis di India membutuhkan dolar AS untuk bertahan hidup karena mata uang tersebut memberikan keamanan selama turbulensi ekonomi. Sementara itu, mata uang BRICS dinilai hanya akan menguntungkan China dan Rusia yang menggunakan blok tersebut sebagai batu loncatan untuk melanjutkan agenda dominasi global mereka, di mana rusia tengah berjuang di bawah tekanan sanksi Barat, dan China tengah bersaing dengan dolar AS di tingkat global.

Di sisi lain, India justru sangat membutuhkan dolar karena memiliki hubungan dekat dengan AS melalui sektor TI, perbankan, dan perdagangan. PDB India yang kuat juga membutuhkan dukungan dolar AS karena rupee jatuh ke titik terendah baru. Mata uang bersama BRICS yang baru diyakini dapat merusak prospek India untuk menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Menteri Luar Negeri India S Jaishankar telah berulang kali mengatakan bahwa negara itu tidak menentang dolar AS. Ia menegaskan bahwa India akan bekerja sama erat dengan AS dan tidak merusak prospek dolar. Ketidaksesuaian dengan arah ekonominya dinilai membuat India terkesan enggan mengikuti agenda pembentukan mata uang bersama BRICS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Rekomendasi
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
Donald Trump Ancam BRICS...
Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved