Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?

Selasa, 07 Januari 2025 - 09:34 WIB
loading...
A A A
Berbeda dengan banyak krisis sebelumnya, awal mula pandemi disambut dengan respons kebijakan ekonomi yang besar dan tegas yang secara umum berhasil mengurangi kerugian manusia yang paling buruk dalam jangka pendek. Namun, tanggap darurat juga menciptakan risiko baru-seperti meningkatnya secara dramatis tingkat utang swasta dan publik dalam perekonomian dunia yang mengancam pemulihan yang adil dari krisis jika tidak ditangani dengan tegas.

Dampak ekonomi dari pandemi ini sangat parah di negara-negara berkembang, di mana hilangnya pendapatan yang disebabkan oleh pandemi mengungkapkan dan memperburuk beberapa kerentanan ekonomi yang sudah ada sebelumnya. Ketika pandemi terjadi pada tahun 2020, terlihat jelas bahwa banyak rumah tangga dan perusahaan tidak siap untuk menghadapi guncangan pendapatan dengan skala dan durasi seperti itu.

Baca Juga: Mengenal Gejala HMPV pada Anak, Penyakit Pernapasan yang Mewabah di China

Studi yang didasarkan pada data sebelum krisis menunjukkan, misalnya, bahwa lebih dari 50 persen rumah tangga di negara berkembang dan negara maju tidak dapat mempertahankan konsumsi dasar selama lebih dari tiga bulan jika terjadi kehilangan pendapatan.

Demikian pula, rata-rata bisnis hanya mampu menutupi kurang dari 55 hari pengeluaran dengan cadangan kas. Banyak rumah tangga dan perusahaan di negara berkembang yang telah dibebani dengan tingkat utang yang tidak berkelanjutan sebelum krisis dan kesulitan untuk membayar utang tersebut ketika pandemi dan tindakan kesehatan masyarakat yang terkait mengakibatkan penurunan tajam pada pendapatan.

Krisis ini memiliki dampak yang dramatis terhadap kemiskinan dan ketidaksetaraan global. Kemiskinan global meningkat untuk pertama kalinya dalam satu generasi, dan hilangnya pendapatan yang tidak proporsional di antara populasi yang kurang beruntung menyebabkan peningkatan dramatis dalam ketidaksetaraan di dalam dan di seluruh negara.

Menurut data survei Bank Dunia, pada 2020 pengangguran sementara lebih tinggi di 70 persen dari semua negara untuk pekerja yang hanya menyelesaikan pendidikan dasar. Kehilangan pendapatan juga lebih besar di antara kaum muda, perempuan, wiraswasta, dan pekerja lepas dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah.

Perempuan, khususnya, terpengaruh oleh kehilangan pendapatan dan pekerjaan karena mereka cenderung dipekerjakan di sektor-sektor yang lebih terpengaruh oleh penguncian dan langkah-langkah pembatasan sosial. Pola yang sama muncul di kalangan bisnis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved