3 Keuntungan bagi BRICS setelah Indonesia Masuk Jadi Anggota Penuh

Rabu, 08 Januari 2025 - 12:09 WIB
loading...
A A A
Indonesia memiliki visi untuk mendukung reformasi dalam lembaga-lembaga pemerintahan global, sebuah isu prioritas bagi Brasil yang menjabat sebagai Presiden BRICS pada 2024. Sebagai negara berkembang terbesar di Asia Tenggara, Indonesia membawa perspektif baru yang dapat memperkuat posisi BRICS dalam upaya menciptakan alternatif bagi institusi internasional yang dikuasai oleh negara-negara Barat. Keanggotaan Indonesia akan memperdalam kerjasama antara negara-negara Selatan Global dalam memperjuangkan kepentingan bersama di berbagai forum internasional.

3. Peningkatan Kerja Sama Multilateral di Kawasan Selatan Global

Sebagai negara yang aktif dalam kerja sama BRICS+, Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan multilateral antara negara-negara berkembang. Keberadaannya di BRICS dapat mempererat kemitraan dengan negara-negara anggota lainnya seperti China, yang sudah menyambut baik keanggotaan Indonesia, dengan mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan kepentingan bersama di kawasan Selatan Global.

Baca Juga: Pasca Bergabung ke BRICS, Indonesia Diminta Waspada Serangan AS

Kemitraan yang lebih komprehensif, pragmatis, dan inklusif ini diharapkan dapat menghasilkan kerjasama yang lebih erat dalam mengatasi berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan geopolitik. Dengan keanggotaan Indonesia, BRICS tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi tetapi juga memperluas pengaruh geopolitiknya, khususnya dalam mendukung dunia multipolar yang lebih seimbang, seiring dengan tumbuhnya ketegangan dengan kekuatan Barat, seperti yang diamati dari respons Amerika Serikat (AS) terhadap BRICS. Keanggotaan Indonesia membawa BRICS lebih dekat pada tujuannya untuk membentuk alternatif nyata dalam sistem internasional yang ada.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved