Investor Veteran Jim Rogers Ramalkan Ledakan Ekonomi Rusia

Jum'at, 10 Januari 2025 - 06:32 WIB
loading...
A A A
Rogers mengatakan, pasar Rusia saat ini tidak cocok bagi sebagian besar investor asing karena risiko terkait konflik, termasuk kekhawatiran penyitaan aset. Namun dia memprediksi bakal ada perubahan drastis setelah resolusi, yang mengarah pada ledakan pasar, harga obligasi yang lebih tinggi, hingga penguatan rubel.

"Jika situasinya berubah, mungkin saya akan didorong untuk lebih memperhatikan obligasi dan rubel," kata Rogers.

Dia menambahkan, bahwa saham di Bursa Moskow (MOEX) dan saham travel serta pariwisata dapat menjadi penerima manfaat yang signifikan setelah ketegangan geopolitik mereda.

Pandangan optimisme Rogers dikaitkan dengan kemenangan pemilihan presiden AS Donald Trump. Dimana Trump telah berjanji bakal mendamaikan perang Ukraina setelah kembali ke Gedung Putih. Ditambah serta utusan khusus untuk Rusia dan Ukraina, Keith Kellogg baru-baru ini menyatakan harapan terciptanya resolusi dalam waktu 100 hari setelah pelantikan Trump pada 20 Januari.

Rogers memberikan catatan bahwa, Trump 'sungguh-sungguh ingin' menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina, meski Ia memperingatkan bahwa mencapai perdamaian membutuhkan negosiasi dengan Moskow.

Sementara itu Rusia mengaku selalu terbuka terhadap diplomasi, meski bersikeras bahwa netralitas, demiliterisasi, dan denazifikasi Ukraina harus menjadi bagian dari penyelesaian apapun. Moskow juga menuntut agar Ukraina menghentikan operasi militer dan mengakui "realitas teritorial" dari bekas wilayahnya yang memilih untuk bergabung dengan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Rekomendasi
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Mundur dari S3 UI, Pilih Lanjut Kuliah di New York
Jokowi Siap Hadiri Sidang...
Jokowi Siap Hadiri Sidang Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jika Dipanggil Hakim
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
Berita Terkini
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved