Harga Naik Empat Minggu Berturut-turut, Ekspor Minyak Rusia dalam Bahaya?

Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:31 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: AS Katanya Demokratis, tapi Jurnalis Diborgol saat Bertanya pada Menlu Blinken soal Gaza

Paket sanksi Departemen Keuangan AS menargetkan produsen minyak Rusia Gazprom Neft dan Surgutneftegaz, serta 183 kapal yang sebelumnya terlibat dalam pengiriman minyak mentah Rusia. Pembatasan tersebut, bersama dengan tindakan-tindakan sebelumnya, telah memperketat ketersediaan kapal dan berdampak pada arus perdagangan minyak.

Beberapa pelabuhan dilaporkan mulai memberlakukan aturan yang lebih ketat, melarang kapal tanker yang terkena sanksi AS untuk berlabuh, yang semakin membebani operasi kapal.

Pakar industri menyarankan dampaknya dapat meluas melampaui pengiriman. "Dampak sanksi ini seharusnya mendukung pasar tanker karena pasokan kapal di armada yang lebih luas menyusut, tetapi kekuatan potensial yang sebenarnya akan datang setelah eksportir lain mengganti volume yang hilang," kata Omar Nokta, seorang analis di Jefferies, dalam sebuah catatan.

Sementara itu, permintaan yang lebih besar untuk tanker yang tidak dikenai sanksi telah mulai membentuk kembali arus perdagangan. "Peningkatan permintaan untuk ekspor ke India dan China dari luar Rusia akan meningkatkan permintaan tanker yang tidak dikenai sanksi," kata platform analisis perdagangan Kpler.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Rekomendasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved