Harga Naik Empat Minggu Berturut-turut, Ekspor Minyak Rusia dalam Bahaya?

Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:31 WIB
loading...
A A A
Pelanggan utama Moskow, China dan India, kini tengah mencari pengganti yang mendorong lonjakan tarif pengiriman. Investor juga dengan cemas menunggu kemungkinan gangguan pasokan lebih lanjut saat Donald Trump menjabat Senin (20/1) depan.

"Risiko pasokan yang meningkat terus memberikan dukungan luas terhadap harga minyak," tulis analis ING dalam catatan penelitian, seraya menambahkan pemerintahan Donald Trump yang akan datang diperkirakan akan mengambil sikap keras terhadap Iran dan Venezuela, dua pemasok utama minyak mentah.

Sebelumnya, Reuters juga melporkan bahwa sanksi terbaru AS yang menargetkan pengiriman minyak Rusia akan berdampak pada 10% armada kapal tanker minyak global, yang menyebabkan puluhan kapal tidak dapat memasuki pelabuhan utama di seluruh dunia. Sanksi yang diumumkan oleh Washington pada 10 Januari tersebut, ditujukan untuk memangkas pendapatan Moskow dari produk-produk energi.

Setidaknya 65 kapal tanker tidak dapat berlabuh, dan telah berlabuh di dekat pantai China, Rusia, dan lokasi-lokasi penting lainnya, kantor berita tersebut melaporkan, tanpa menyebutkan berapa banyak kapal yang memiliki hubungan dengan Rusia.

Lima kapal ditempatkan di lepas pelabuhan China, tujuh di dekat Singapura, dan yang lainnya di sekitar pantai Laut Baltik Rusia dan Timur Jauh. Kapal-kapal tambahan tetap tidak bergerak di dekat pelabuhan Iran dan Terusan Suez, yang memperburuk gangguan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved