Harga Naik Empat Minggu Berturut-turut, Ekspor Minyak Rusia dalam Bahaya?
Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:31 WIB
loading...
Sanksi AS terhadap perdagangan energi Rusia mulai berdampak. Harga minyak dunia naik 4 minggu berturut-turut. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak naik pada hari Jumat (17/1/2025) menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut setelah sanksi terbaru AS terhadap perdagangan energi Rusia. Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) telah naik 2,5% dan 3,6% sejauh minggu ini.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik 44 sen, atau 0,5%, menjadi USD81,73 per barel dan harga minyak mentah WTI AS naik 62 sen, atau 0,8%, menjadi USD79,3 per barel.
"Kekhawatiran pasokan akibat sanksi AS terhadap produsen minyak dan tanker Rusia, dikombinasikan dengan ekspektasi pemulihan permintaan yang didorong oleh potensi pemotongan suku bunga AS, memperkuat pasar minyak mentah," kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities seperti dilansir Reuters.
Baca Juga: Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut
Pemerintah Biden Jumat lalu mengumumkan perluasan sanksi yang menargetkan produsen minyak dan kapal tanker Rusia, diikuti oleh lebih banyak tindakan terhadap pangkalan industri militer Rusia dan upaya penghindaran sanksi.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik 44 sen, atau 0,5%, menjadi USD81,73 per barel dan harga minyak mentah WTI AS naik 62 sen, atau 0,8%, menjadi USD79,3 per barel.
"Kekhawatiran pasokan akibat sanksi AS terhadap produsen minyak dan tanker Rusia, dikombinasikan dengan ekspektasi pemulihan permintaan yang didorong oleh potensi pemotongan suku bunga AS, memperkuat pasar minyak mentah," kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities seperti dilansir Reuters.
Baca Juga: Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut
Pemerintah Biden Jumat lalu mengumumkan perluasan sanksi yang menargetkan produsen minyak dan kapal tanker Rusia, diikuti oleh lebih banyak tindakan terhadap pangkalan industri militer Rusia dan upaya penghindaran sanksi.
Lihat Juga :