Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp1.728 Triliun usai Aksi Jual DeepSeek
Selasa, 28 Januari 2025 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Huang dan Ellison menderita kerugian, kekayaan miliarder teknologi besar lainnya lolos. Kekayaan bersih Zuckerberg mengakhiri hari dengan kenaikan USD4,3 miliar ketika saham Meta rebound dari penurunan. Kekayaan Bezos naik sekitar USD632 juta.
Belanja Modal
Fakta bahwa DeepSeek mampu mengembangkan model AI gratis yang berpotensi menyaingi atau mengalahkan pesaingnya termasuk ChatGPT dan Claude dari Anthropic dengan biaya pengembangan yang relatif kecil membuat investor mempertanyakan logika di balik ketergantungan Silicon Valley pada belanja modal.
Alasan utama mengapa DeepSeek tidak bergantung pada investasi besar dan chip top-of-the-line untuk mengembangkan modelnya adalah karena perusahaan-perusahaan China memiliki akses terbatas ke GPU yang kuat, atau unit pemrosesan grafis, yang diandalkan sebagian besar perusahaan Barat sejak pemerintah AS menerapkan pengawasan ketat pada ekspor chip paling canggih.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pekan lalu, Alexandr Wang, CEO penyedia data pelatihan Scale AI, mengatakan bahwa terlepas dari kendali ekspor, DeepSeek dan pengembang China lainnya kemungkinan memiliki lebih banyak GPU daripada yang disadari Silicon Valley.
"Laboratorium China memiliki lebih banyak H100 daripada yang dipikirkan orang," kata Wang, mengacu pada chip AI terbaik Nvidia.
Baca Juga: Lupakan Dedolarisasi, Misi BRICS Beralih Menguasai AI demi Saingi AS
"Pemahaman saya adalah bahwa DeepSeek memiliki sekitar 50.000 H100, yang tidak meraka ungkapkan. Karena itu bertentangan dengan kontrol ekspor AS," jelasnya.
Belanja Modal
Fakta bahwa DeepSeek mampu mengembangkan model AI gratis yang berpotensi menyaingi atau mengalahkan pesaingnya termasuk ChatGPT dan Claude dari Anthropic dengan biaya pengembangan yang relatif kecil membuat investor mempertanyakan logika di balik ketergantungan Silicon Valley pada belanja modal.
Alasan utama mengapa DeepSeek tidak bergantung pada investasi besar dan chip top-of-the-line untuk mengembangkan modelnya adalah karena perusahaan-perusahaan China memiliki akses terbatas ke GPU yang kuat, atau unit pemrosesan grafis, yang diandalkan sebagian besar perusahaan Barat sejak pemerintah AS menerapkan pengawasan ketat pada ekspor chip paling canggih.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pekan lalu, Alexandr Wang, CEO penyedia data pelatihan Scale AI, mengatakan bahwa terlepas dari kendali ekspor, DeepSeek dan pengembang China lainnya kemungkinan memiliki lebih banyak GPU daripada yang disadari Silicon Valley.
"Laboratorium China memiliki lebih banyak H100 daripada yang dipikirkan orang," kata Wang, mengacu pada chip AI terbaik Nvidia.
Baca Juga: Lupakan Dedolarisasi, Misi BRICS Beralih Menguasai AI demi Saingi AS
"Pemahaman saya adalah bahwa DeepSeek memiliki sekitar 50.000 H100, yang tidak meraka ungkapkan. Karena itu bertentangan dengan kontrol ekspor AS," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :