Uni Eropa Bakal Larang Ekspor Xbox dan PlayStation ke Rusia, Ini Alasannya

Rabu, 29 Januari 2025 - 21:01 WIB
loading...
Uni Eropa Bakal Larang...
Uni Eropa (UE) telah mengusulkan pelarangan ekspor konsol video game ke Rusia seperti Xbox Microsoft dan PlayStation Sony sebagai bagian dari paket sanksi ke-16 yang bakal berlaku Februari 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) telah mengusulkan pelarangan ekspor konsol video game ke Rusia sebagai bagian dari paket sanksi ke-16. Rencana ini diungkapkan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas.

Langkah tersebut diperkirakan akan dimasukkan dalam putaran pembatasan yang lebih luas, dan bakal berlaku pada 22 Februari 2025, mendatang. Perluasan sanksi tersebut bakal menandai tahun ketiga sejak eskalasi konflik Rusia-Ukraina pecah pada tahun 2022.

Baca Juga: Ekspor LNG Rusia Cetak Rekor Baru, Siapa Pembelinya?

Kallas mengklaim bahwa Rusia menggunakan konsol game seperti Xbox Microsoft dan PlayStation Sony untuk mengontrol drone. "Kami benar-benar melihat semua hal yang dapat membantu Rusia mengobarkan perang ini, karenanya kami memasukkan mereka (konsol game) ke dalam daftar sanksi," katanya seperti dikutip oleh Financial Times.

Sanksi terbaru yang diusulkan bakal menargetkan pedagang di dalam blok UE yang terus mengekspor konsol game ke Rusia, termasuk penjual barang bekas. Tiga produsen konsol game terbesar – Sony, Microsoft, dan Nintendo – telah menangguhkan penjualan di Rusia menyusul penerapan sanksi Barat pada awal 2022.

Namun di tengah gencarnya sanksi Barat, bagaimanapun produk mereka terus memasuki pasar Rusia melalui impor paralel. Badan intelijen Barat dan Ukraina sebelumnya mengklaim bahwa Moskow mengadaptasi elektronik sipil untuk tujuan militer karena pembatasan komponen kelas militer.

Laporan itu mengklaim bahwa semikonduktor dari lemari es dan peralatan rumah tangga telah digunakan dalam rudal dan drone Rusia.

Di sisi lain industri game merespons proposal tersebut dengan melayangkan kritik keras. CEO perusahaan pengimpor Achivka dan kepala Asosiasi Distributor dan Importir Video Game Rusia, Yasha Haddazhi mencatat bahwa tidak ada satu pun negara Uni Eropa yang memproduksi konsol game dan mempertanyakan efektivitas dari kebijakan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada RBK, Haddazhi mengatakan, impor konsol game Rusia bahkan tidak melewati Uni Eropa. Ia menambahkan, bahwa proposal Kallas "menunjukkan kurangnya pemahaman tentang industri video game atau merupakan langkah kosong lainnya."

Sebagai informasi sanksi Uni Eropa membutuhkan persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota. Hongaria sebelumnya mengancam akan memveto sanksi karena keputusan Ukraina untuk menghentikan transit gas Rusia.

Menurut Politico, Budapest menyetujui perpanjangan pembatasan yang ada setelah mendapatkan jaminan dari Uni Eropa bahwa masalah keamanan energinya akan ditangani. Baca Juga: Gas Rusia Diam-diam Masih Ada di Uni Eropa, 837.300 Metrik Ton Mengalir di Awal 2025

Paket sanksi terbaru diperkirakan akan diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang menjelang tenggat waktu, 22 Februari. Sedangkan Rusia telah berulang kali mengecam sanksi Barat, dengan menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional, dan menuntut untuk segera dicabut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Berita Terkini
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved