Ulah Pemimpin Kartel, Pasokan Minyak Arab Saudi ke China Drop

Rabu, 12 Februari 2025 - 07:26 WIB
loading...
Ulah Pemimpin Kartel,...
Sebuah foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai pulau Waidiao di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
A A A
JAKARTA - Pasokan minyak mentah Arab Saudi ke China menurun pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya, menurut laporan Reuters. Hal ini terjadi setelah kerajaan menaikkan harga minyaknya ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Saudi Aramco akan mengurangi kontrak pengiriman minyaknya ke China selama dua bulan berturut-turut. Perusahaan ini berencana untuk mengirimkan sekitar 41 juta barel minyak ke China pada Maret turun dari Februari 43,5 juta barel yang dikirim pada Februari dan melanjutkan tren penurunan alokasi minyak Aramco ke China.

Baca Juga: Tolak Gabung BRICS, Arab Saudi Investasi ke AS Rp9.800 Triliun

Selama periode yang sama, kilang Fujian, sebuah perusahaan patungan antara perusahaan negara China Sinopec dan Aramco akan mengurangi asupan minyak mentahnya. Minggu lalu, Aramco, perusahaan minyak Arab Saudi, secara signifikan menaikkan harga untuk pengiriman minyak mentah yang dijadwalkan untuk bulan Maret. Kenaikan harga ini ditujukan untuk para pembeli di seluruh Asia, termasuk negara-negara besar seperti China dan India, dan juga wilayah-wilayah lain di seluruh dunia.

Kenaikan Harga


Saudi Aramco telah menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentah andalannya, Arab Light. Harga dinaikkan sebesar USD2,40 menjadi USD3,90 per barel di atas rata-rata patokan Oman/Dubai. Ini merupakan kenaikan harga tertinggi sejak Desember 2022 dan menandakan perkembangan yang signifikan di pasar minyak global.

Rata-rata patokan Oman/Dubai adalah harga referensi yang umum digunakan untuk minyak mentah di Timur Tengah. Kenaikan OSP untuk minyak mentah Arab Light mencerminkan pengetatan pasar minyak dan potensi kenaikan permintaan minyak secara global.

Langkah ini mengindikasikan pengetatan pasar minyak global dan dapat menyebabkan biaya bahan bakar yang lebih tinggi bagi konsumen di wilayah yang terkena dampak. Hal ini juga terjadi di tengah-tengah kekurangan minyak mentah yang berasal dari Rusia setelah AS menjatuhkan sanksi baru pada Januari. Baik India maupun China telah menghadapi kesulitan dalam mendapatkan sumber minyak dari Rusia, yang telah meningkatkan permintaan barel minyak mentah dari Timur Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Rekomendasi
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved