Coba Itu Siapa? Dengar Ya, Monopoli Bisnis Pelumas Bisa Bikin Ekonomi Berkarat
Kamis, 03 September 2020 - 18:39 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, sempat ramai soal isu dugaan praktik monopoli dalam bisnis pelumas (oli) yang melibatkan PT Astra Honda Motor (AHM). Hingga saat ini kasus itu masih dalam proses persidangan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) .
Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) Paul Toar mengatakan, dugaan monopoli itu bisa berimbas terhadap konsumen dan juga perekonomian nasional.
"Ini juga bisa mematikan pengusaha-pengusaha kecil yang bergerak di sektor pelumas. Apalagi, di sektor tersebut, kebanyakan pemainnya adalah usaha kecil," ungkap Paul dalam sebuah webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020). ( Baca juga:Jangan Mudah Percaya Gosip Soal Oli yang Bikin Rusak Mesin )
Karena itu, kesehatan sektor bisnis pelumas tentunya memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian Indonesia.
"Kalau kasus ini masih terus berlanjut dan menyeret perusahaan-perusahaan besar, otomatis banyak perusahaan pelumas yang relatif kecil ikut terhambat. Bisa saja pada akhirnya mereka justru akan mati," ucapnya.
Dia juga mengatakan, hal itu juga tidak akan menguntungkan pemegang merek jika mereka memonopoli.
"Sebab, pada akhirnya kemungkinan pertumbuhan ekonomi nasional itu akan terhambat. Padahal tujuan utama para pemegang merek adalah menjual unit yang besar bukan pelumas. Nah kalo masyarakat makin makmur maka pembeli kendaran-kendaraan tersebut akan tumbuh," tambah Paul.
Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) Paul Toar mengatakan, dugaan monopoli itu bisa berimbas terhadap konsumen dan juga perekonomian nasional.
"Ini juga bisa mematikan pengusaha-pengusaha kecil yang bergerak di sektor pelumas. Apalagi, di sektor tersebut, kebanyakan pemainnya adalah usaha kecil," ungkap Paul dalam sebuah webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020). ( Baca juga:Jangan Mudah Percaya Gosip Soal Oli yang Bikin Rusak Mesin )
Karena itu, kesehatan sektor bisnis pelumas tentunya memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian Indonesia.
"Kalau kasus ini masih terus berlanjut dan menyeret perusahaan-perusahaan besar, otomatis banyak perusahaan pelumas yang relatif kecil ikut terhambat. Bisa saja pada akhirnya mereka justru akan mati," ucapnya.
Dia juga mengatakan, hal itu juga tidak akan menguntungkan pemegang merek jika mereka memonopoli.
"Sebab, pada akhirnya kemungkinan pertumbuhan ekonomi nasional itu akan terhambat. Padahal tujuan utama para pemegang merek adalah menjual unit yang besar bukan pelumas. Nah kalo masyarakat makin makmur maka pembeli kendaran-kendaraan tersebut akan tumbuh," tambah Paul.
Lihat Juga :