Bagaimana Teknologi Blockchain Bisa Mencegah Penyalahgunaan Dana CSR
Selasa, 25 Februari 2025 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Token ini dapat dikonversi menjadi rupiah melalui e-wallet GoPay yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Plastic BankĀ®, sehingga meningkatkan keamanan finansial dan kesejahteraan komunitas, sekaligus menciptakan inklusi finansial bagi komunitas marginal seperti pemulung dan pengepul.
Bagi mitra bisnis Plastic Bank, teknologi blockchain menjamin sistem pelaporan program dan dampak CSR yang dapat diverifikasi. Setiap mitra perusahaan memiliki akses ke dashboard khusus yang menampilkan data real-time mengenai volume plastik yang dikumpulkan sesuai dengan investasi CSR mereka dan juga jumlah komunitas yang mendapat manfaat tersebut.
Sistem pengumpulan plastik yang terlacak secara digital dan transparan ini telah menarik minat lebih dari 200 perusahaan global baik dari Eropa, Amerika, dan Asia-Pasifik untuk bermitra dengan Plastic Bank dalam menciptakan program keberlanjutan yang transparan, dapat diaudit dan berdampak tinggi.
"Sistem blockchain dapat memudahkan perusahaan untuk memvalidasi kontribusi CSR mereka, sehingga memastikan akurasi dampak lingkungan dan sosial yang telah diciptakan. Hal ini dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata konsumen dan pemangku kepentingannya, termasuk kepada regulator," tambah Frederick Saman.
Sejak 2019, Plastic Bank telah mencatat pengumpulan lebih dari 70.000 ton sampah plastik di Indonesia dan mendistribusikan lebih dari Rp50 miliar insentif kepada lebih dari 22.000 anggota komunitas pemulung sehingga berhasil memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.
Seluruh data tercatat dengan aman di platform blockchain Plastic Bank, sehingga mencegah praktik greenwashing dan penyalahgunaan dana. Seiring dengan meningkatnya permintaan global akan transparansi dalam keberlanjutan dan filantropi, adopsi blockchain menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas program CSR.
Bagi mitra bisnis Plastic Bank, teknologi blockchain menjamin sistem pelaporan program dan dampak CSR yang dapat diverifikasi. Setiap mitra perusahaan memiliki akses ke dashboard khusus yang menampilkan data real-time mengenai volume plastik yang dikumpulkan sesuai dengan investasi CSR mereka dan juga jumlah komunitas yang mendapat manfaat tersebut.
Sistem pengumpulan plastik yang terlacak secara digital dan transparan ini telah menarik minat lebih dari 200 perusahaan global baik dari Eropa, Amerika, dan Asia-Pasifik untuk bermitra dengan Plastic Bank dalam menciptakan program keberlanjutan yang transparan, dapat diaudit dan berdampak tinggi.
"Sistem blockchain dapat memudahkan perusahaan untuk memvalidasi kontribusi CSR mereka, sehingga memastikan akurasi dampak lingkungan dan sosial yang telah diciptakan. Hal ini dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata konsumen dan pemangku kepentingannya, termasuk kepada regulator," tambah Frederick Saman.
Sejak 2019, Plastic Bank telah mencatat pengumpulan lebih dari 70.000 ton sampah plastik di Indonesia dan mendistribusikan lebih dari Rp50 miliar insentif kepada lebih dari 22.000 anggota komunitas pemulung sehingga berhasil memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.
Seluruh data tercatat dengan aman di platform blockchain Plastic Bank, sehingga mencegah praktik greenwashing dan penyalahgunaan dana. Seiring dengan meningkatnya permintaan global akan transparansi dalam keberlanjutan dan filantropi, adopsi blockchain menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas program CSR.
Lihat Juga :