Google Terancam Harus Bayar Rp437 Miliar Setiap Tahun ke Media di Afrika Selatan

Selasa, 25 Februari 2025 - 20:10 WIB
loading...
A A A
Sementara itu mesin pencari, dinilai menyebabkan kerugian sekitar R160 hingga R200 juta untuk media Afrika Selatan. "Penilaian kami adalah akibat ketidakseimbangan, ada kerugian sekitar R300 hingga R500 juta per tahun," kata Fray.

Dalam penyelidikan diungkapkan algoritma tersebut lebih banyak menampilkan berita dari media global di Afrika Selatan dalam hasil pencarian dan bagian berita utama. Sedangkan media lokal dan komunitas berbahasa daerah kurang terwakili.

MDPMI menemukan bahwa mayoritas orang Afrika Selatan menggunakan media sosial sebagai sumber berita utama mereka. Laporan tersebut menerangkan, bahwa platform seperti X, TikTok, Meta, dan YouTube mendorong konsumsi berita di negara tersebut.

Fray mengatakan bahwa Meta dan X telah menurunkan prioritas postingan Afrika Selatan dengan tautan dan ini mengurangi lalu lintas rujukan. Laporan itu juga menemukan bahwa outlet berita di Afrika Selatan harus berjuang untuk memonetisasi penayangan di YouTube secara khusus.

Ketua MDPMI, James Hodge mengatakan, bahwa Afrika Selatan perlu memberlakukan retribusi atau tarif digital 5-10% pada media sosial dan perusahaan AI sebagai mengkompensasi kepada media atas hilangnya pendapatan. Dia mengatakan bahwa mesin pencari juga perlu memulihkan lalu lintas rujukan.

Sebagai solusinya atas penurunan industri media di Afrika Selatan selama 14 tahun terakhir, komisi merekomendasikan agar Google membayar kompensasi kepada industri media Afrika Selatan sebesar 300 juta hingga 500 juta rand per tahun selama tiga hingga lima tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Efektivitas Wegovy Jaga...
Efektivitas Wegovy Jaga Massa Otot Perkuat Posisi Pasar Novo Nordisk
Anggota BRICS Saling...
Anggota BRICS Saling Gebuk, Afrika Selatan Siap Kerek Tarif 50% untuk China dan India
Masalah Keamanan, Raksasa...
Masalah Keamanan, Raksasa Pabrikan Pesawat Dunia Bakal Tinggalkan Google?
KPPU: Filosofi UU Persaingan...
KPPU: Filosofi UU Persaingan Usaha Melindungi Proses, Bukan Pesaing
Cyril Ramaphosa Sambut...
Cyril Ramaphosa Sambut Gembira Keanggotaan Resmi Indonesia di BRICS
Jurus Membangun Fondasi...
Jurus Membangun Fondasi TI Perusahaan yang Modern, Tangguh, dan Aman
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
Rekomendasi
Istri Siri Vicky Prasetyo...
Istri Siri Vicky Prasetyo Ungkap Perjuangan Ditelantarkan saat Hamil: Makan Saja Harus Ngemis
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved