AS Kembali Tabuh Genderang Perang ke China, Tak Segan Beri Hukuman Ini
Jum'at, 28 Februari 2025 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan ini muncul setelah sebelumnya Trump sempat memberikan sinyal bahwa tarif untuk Kanada dan Meksiko bisa ditunda hingga 2 April. Namun, seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis memastikan bahwa keputusan untuk memberlakukan tarif telah final meskipun pembicaraan mengenai hal tersebut masih terus berlangsung.
Ancaman tarif dari Trump memicu berbagai upaya negosiasi dari negara-negara terkait. Meksiko, misalnya, telah mengirimkan pasukan ke perbatasan untuk membatasi migrasi, sementara Kanada membentuk gugus tugas untuk menangani masalah fentanil. Meskipun demikian, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan pada konferensi pers bahwa mereka tetap optimis bisa mencapai kesepakatan, meskipun Trump dikenal dengan gaya komunikasinya yang tegas dan langsung.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menanggapi kebijakan Trump dengan menegaskan bahwa hanya kurang dari 1% fentanil yang diselundupkan ke AS berasal dari Kanada. "Kanada bukanlah sumber masalah bagi Amerika Serikat," ujar Trudeau dalam konferensi pers di Montréal. Ia juga memperingatkan bahwa jika tarif yang tidak dapat dibenarkan diberlakukan pada Kanada, negara tersebut akan merespons dengan tindakan tegas.
Pemerintah Meksiko juga terus berupaya untuk mengatasi masalah perdagangan narkoba dengan mengekstradisi bos narkoba Rafael Caro Quintero yang menjadi buronan atas pembunuhan agen DEA pada tahun 1985. Meksiko berharap tindakan ini dapat menunjukkan komitmen mereka dalam menangani perdagangan narkoba.
Sementara itu, China, yang sebelumnya mengenakan tarif balasan pada bea impor AS, diperkirakan juga akan kembali mengeluarkan tindakan serupa terhadap tarif tambahan yang diumumkan Trump. Meski Dewan Keamanan Nasional AS telah melakukan kontak dengan mitra internasional, negosiasi mengenai cara untuk menghindari tarif tambahan belum dilakukan secara intensif.
Pihak Beijing juga belum memberikan komitmen lebih lanjut terkait upaya mengurangi ekspor bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi fentanil. Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, membela langkah-langkah China dalam memerangi perdagangan narkoba dan meminta AS untuk memperbaiki kesalahan mereka serta menjaga hubungan stabil antara kedua negara.
Ancaman tarif dari Trump memicu berbagai upaya negosiasi dari negara-negara terkait. Meksiko, misalnya, telah mengirimkan pasukan ke perbatasan untuk membatasi migrasi, sementara Kanada membentuk gugus tugas untuk menangani masalah fentanil. Meskipun demikian, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan pada konferensi pers bahwa mereka tetap optimis bisa mencapai kesepakatan, meskipun Trump dikenal dengan gaya komunikasinya yang tegas dan langsung.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menanggapi kebijakan Trump dengan menegaskan bahwa hanya kurang dari 1% fentanil yang diselundupkan ke AS berasal dari Kanada. "Kanada bukanlah sumber masalah bagi Amerika Serikat," ujar Trudeau dalam konferensi pers di Montréal. Ia juga memperingatkan bahwa jika tarif yang tidak dapat dibenarkan diberlakukan pada Kanada, negara tersebut akan merespons dengan tindakan tegas.
Pemerintah Meksiko juga terus berupaya untuk mengatasi masalah perdagangan narkoba dengan mengekstradisi bos narkoba Rafael Caro Quintero yang menjadi buronan atas pembunuhan agen DEA pada tahun 1985. Meksiko berharap tindakan ini dapat menunjukkan komitmen mereka dalam menangani perdagangan narkoba.
Sementara itu, China, yang sebelumnya mengenakan tarif balasan pada bea impor AS, diperkirakan juga akan kembali mengeluarkan tindakan serupa terhadap tarif tambahan yang diumumkan Trump. Meski Dewan Keamanan Nasional AS telah melakukan kontak dengan mitra internasional, negosiasi mengenai cara untuk menghindari tarif tambahan belum dilakukan secara intensif.
Pihak Beijing juga belum memberikan komitmen lebih lanjut terkait upaya mengurangi ekspor bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi fentanil. Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, membela langkah-langkah China dalam memerangi perdagangan narkoba dan meminta AS untuk memperbaiki kesalahan mereka serta menjaga hubungan stabil antara kedua negara.
Lihat Juga :