Sri Mulyani: Dampak AS Hapus RI dari Daftar Negara Berkembang Tak Besar

Senin, 24 Februari 2020 - 19:53 WIB
Sri Mulyani: Dampak...
Sri Mulyani: Dampak AS Hapus RI dari Daftar Negara Berkembang Tak Besar
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai penghapusan Indonesia dari daftar negara berkembang oleh Amerika Serikat (AS) bakal menjadi pemacu untuk menjadi semakin kompetitif. Meski penghapusan tersebut berpotensi menghilangkan beberapa fasilitas seperti keringanan bea masuk bagi Indonesia yang akibatnya memperbesar biaya ekspor.

"Karena Indonesia selama ini sudah masuk sebagai negara berpendapatan menengah, jadi ya memang harus terus meningkatkan competitivenes kita aja," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (24/2/2020).

(Baca Juga: Redam Efek Status Negara Berkembang RI Dicabut, Airlangga Pilih Jalur Bilateral )

Lebih lanjut Ia menerangkan, dampak dari AS mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang terkait Countervailing Duties (CVDs) tidaklah spesifik. Pasalnya terang dia hanya beberapa komoditas saja yang akan mendapatkan tambahan bea masuk untuk mengimbangi efek dari subsidi yang diberikan oleh negara untuk eksportir.

"Sebenarnya ya kalau dilihat dari pengumuman itu lebih ke countervailing duty dan itu sangat spesific untuk CVD. Apalagi selama ini di Indonesia hanya sektor 5 komoditas yang menikmati itu, jadi sebetulnya egga terlalu besar sekali pengaruhnya kepada perdagangan kita," jelasnya.

Terlebih terang dia mengenai fasilitas Generalize System of Preference (GSP) masih belum ditetapkan. GSP merupakan kebijakan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, dalam bentuk manfaat pemotongan bea masuk impor. Namun jika Indonesia kini masuk dalam daftar negara maju, maka tak lagi bisa menikmati fasilitas tersebut.

"GSP masih belum ditetapkan, jadi kita akan tetap lakukan upaya terbaik untuk tetap dapat GSP itu. Dan tentu kita juga akan lihat dari sisi industri untuk semakin kompetitif," ungkap Menkeu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Melebur G7 Bersama BRICS...
Melebur G7 Bersama BRICS untuk Melawan Fragmentasi Dunia
Pilih Gandeng BRICS,...
Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS?
108 Negara Berpotensi...
108 Negara Berpotensi Gagal Jadi Negara Maju, Indonesia Termasuk?
Bahlil Sebut Negara...
Bahlil Sebut Negara Maju Pakai Standar Ganda dalam Perdagangan Karbon
Daftar Negara Maju dan...
Daftar Negara Maju dan Berkembang Anggota G20
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
1 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
1 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
4 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved