Beri Sanksi ke Rusia, Uni Eropa Menusuk Sendiri Jantung Ekonominya
Senin, 24 Maret 2025 - 04:41 WIB
loading...
A
A
A
Szijjarto menambahkan, Uni Eropa pada dasarnya telah menusuk jantung ekonomi Eropa dengan sanksi Rusia. Dia berpendapat bahwa sanksi terus mengikis daya saing Uni Eropa dan mengisolasi blok tersebut.
Sekarang, kata Szijjarto, Brussels sedang mempersiapkan putaran ke-17 sanksi, meskipun strategi yang dijalankan sejauh ini terbilang gagal, sehingga menurutnya menjadi "tidak masuk akal."
"Tiga tahun setelah paket pertama. Ekonomi Rusia jauh dari berlutut. Dan kami sekarang dekat dengan perdamaian, tetapi bukan karena sanksi," katanya.
Szijjarto mengatakan, semuanya menjadi tidak serius, konyol, dan benar-benar berbahaya bagi Brussels untuk melakukan pembatasan baru demi "ideologi" anti-Rusia.
Menurut menteri itu, Budapest telah "bersikap sangat jelas" bahwa mereka tidak akan mendukung sanksi di masa depan jika kepentingan nasional Hongaria dalam bahaya. Dia juga menyatakan keprihatinan tentang militerisasi Uni Eropa yang berkembang dan rencana untuk terus memasok senjata ke Ukraina.
Ia memperingatkan, bahwa keputusan semacam itu dapat "memperpanjang perang" dan meningkatkan risiko eskalasi. "Sentimen pro-perang para pemimpin Eropa ini sangat, sangat berbahaya," ungkap Szijjarto memperingatkan.
Sekarang, kata Szijjarto, Brussels sedang mempersiapkan putaran ke-17 sanksi, meskipun strategi yang dijalankan sejauh ini terbilang gagal, sehingga menurutnya menjadi "tidak masuk akal."
"Tiga tahun setelah paket pertama. Ekonomi Rusia jauh dari berlutut. Dan kami sekarang dekat dengan perdamaian, tetapi bukan karena sanksi," katanya.
Szijjarto mengatakan, semuanya menjadi tidak serius, konyol, dan benar-benar berbahaya bagi Brussels untuk melakukan pembatasan baru demi "ideologi" anti-Rusia.
Menurut menteri itu, Budapest telah "bersikap sangat jelas" bahwa mereka tidak akan mendukung sanksi di masa depan jika kepentingan nasional Hongaria dalam bahaya. Dia juga menyatakan keprihatinan tentang militerisasi Uni Eropa yang berkembang dan rencana untuk terus memasok senjata ke Ukraina.
Ia memperingatkan, bahwa keputusan semacam itu dapat "memperpanjang perang" dan meningkatkan risiko eskalasi. "Sentimen pro-perang para pemimpin Eropa ini sangat, sangat berbahaya," ungkap Szijjarto memperingatkan.
Lihat Juga :