Sampoerna Catatkan Nilai Ekspor IQOS-TEREA Rp829 Miliar di 2024

Rabu, 26 Maret 2025 - 18:19 WIB
loading...
Sampoerna Catatkan Nilai...
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani turut melepas ekspor rokok bebas asap IQOS-TEREA dari HM Sampoerna ke Malaysia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersama PT Philip Morris Indonesia (PMID) mencatatkan nilai ekspor produk rokok dan rokok inovatif bebas asap sebesar USD250 juta pada 2024. Nilai ekspor IQOS-TEREA tercatat sekitar 20% atau sebesar USD50 juta atau setara Rp829 miliar mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Upaya ini menunjukkan peran aktif Sampoerna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan nilai tambah untuk mendukung target pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%," ujar Direktur Sampoerna, Elvira Lianita dalam pernyataannya, Rabu (26/3/2025).

Menurut dia peningkatan ekspor tersebut mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi Sampoerna dalam memperluas pasar global. Lebih lanjut, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan menunjang kegiatan operasional, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih, serta menggunakan barang dan jasa dari 1.700 pemasok dalam negeri.

Selain itu, untuk memasarkan produk tembakau inovatif bebas asap, Sampoerna juga menjalin kerja sama dengan 600 UMKM lokal di 20 kota di Indonesia yang menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru dan melibatkan lebih dari 18.000 anggota Sampoerna Retail Community (SRC). "Ini adalah bukti nyata upaya Sampoerna dalam memperluas tujuan ekspor serta turut menggerakkan roda perekonomian Indonesia," kata dia.

Pada 2023, Sampoerna menginvestasikan USD330 juta atau setara Rp5,3 triliun untuk pembangunan fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini merupakan pabrik produk tembakau inovatif bebas asap Philip Morris International (PMI) pertama di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia.

Tidak hanya melayani pasar domestik, fasilitas ini juga memasok kebutuhan ekspor di wilayah Asia Pasifik, menjadikan Sampoerna sebagai pusat ekspor PMI ke lebih dari 30 tujuan ekspor, baik untuk produk rokok maupun produk tembakau yang dipanaskan. Fasilitas produksi di Karawang ini dilengkapi dengan laboratorium penelitian dan pengembangan kelas dunia (advanced lab), yang merupakan satu dari empat laboratorium produk tembakau inovatif bebas asap milik PMI di dunia dan satu-satunya di kawasan Asia Tenggara. Laboratorium ini melakukan pengujian dan analisis kualitas produk tembakau inovatif bebas asap di berbagai afiliasi PMI, didukung oleh 200 tenaga ahli Indonesia dengan kualifikasi tinggi.

"Hadirnya produk tembakau inovatif bebas asap di Indonesia adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus melakukan inovasi yang berlandaskan pada penelitan ilmiah serta pendekatan pengurangan bahaya pada produk tembakau. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih baik bagi perokok dewasa," ujar Elvira.

Elvira mengatakan berbagai pencapaian yang diraih Sampoerna tidak lepas dari dukungan penuh yang selama ini diberikan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis perusahaan.

"Kami percaya bahwa potensi ekspor masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan Kementerian Keuangan dalam bentuk kebijakan yang tepat untuk mendorong ekspor ke pasar global," ujar Elvira.

Baca Juga: CEO Philip Morris: Keberlanjutan Ciptakan Hasil Kinerja Bisnis yang Positif

Selain itu, Elvira menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi usaha yang kondusif di Indonesia. Upaya pemerintah yang konsisten terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi telah menginspirasi optimisme di kalangan dunia usaha dan investor.

"Sampoerna berharap kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor industri dapat terus terjalin untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Elvira.

Negara Tujuan Ekspor


Sampoerna baru saja melaksanakan pelepasan ekspor dan ekspansi produk tembakau inovatif bebas asap IQOS-TEREA di fasilitas produksi Sampoerna di Karawang, Jawa Barat. Langkah strategis ini menegaskan komitmen Sampoerna dalam mendukung pengembangan ekonomi Indonesia melalui investasi jangka panjang dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui hilirisasi industri tembakau.

Baca Juga: Sampoerna Ciptakan Pasar dan Bantu UMKM Tumbuh Lewat Platform Digital

Di kesempatan ini, Sampoerna melakukan pelepasan ekspor ke Malaysia, yang merupakan salah satu pasar ekspor terbesar untuk produk tembakau inovatif bebas asap IQOS-TEREA. Untuk pertama kalinya, Sampoerna juga mengekspor ke Armenia, sebagai tujuan ekspor baru. Selain itu, pada tanggal 20 dan 24 Maret lalu, Sampoerna juga melakukan ekspor produk tembakau inovatif bebas asap ke Jepang dan Belanda (Rotterdam) untuk dipasarkan di Duty Free.

"Kami mengapresiasi konsistensi Sampoerna dalam melakukan penguatan ekonomi kita. Tentunya ini menjadi dukungan untuk bagaimana kita menumbuhkan perekonomian yang saat ini 5% bisa menjadi 8% sesuai harapan kita semua," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani saat menghadiri acara pelepasan ekspor dan ekspansi produk tembakau inovatif bebas asap ke Malaysia.

Askolani memberikan apresiasi atas komitmen investasi Sampoerna. Produk tembakau inovatif bebas asap, yang lahir dari riset panjang, memiliki dampak ekonomi yang panjang, seperti penyerapan tenaga kerja, penerimaan pajak dan cukai, serta devisa bagi negara. Ditjen Bea dan Cukai akan terus mendukung upaya ini dari sisi pelayanan ekspor dan impor.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved