Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam

Rabu, 26 Maret 2025 - 21:42 WIB
loading...
Sinyal Kuat AS Cabut...
Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Rusia, demi membuat kemajuan dalam perjanjian biji-bijian Laut Hitam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Rusia, demi membuat kemajuan dalam perjanjian biji-bijian Laut Hitam . Pelonggaran sanksi barat ke Rusia menurut pandangan Presiden AS, Donald Trump, sebagai langkah menuju penyelesaian konflik Ukraina.

Baik Kremlin dan Gedung Putih menyatakan pada hari Selasa bahwa, sebagai bagian dari perjanjian, AS "akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk, menurunkan biaya asuransi maritim, dan meningkatkan akses ke pelabuhan dan sistem pembayaran untuk transaksi tersebut."

Baca Juga: Pelabuhan Digempur Rusia, Ekspor Biji-bijian Ukraina Melonjak hingga 4,2 Juta Ton

Dalam bayangan Moskow bahwa kesepakatan tersebut mencakup pencabutan pembatasan pada Bank Pertanian Rusia dan lembaga keuangan lainnya yang terlibat dalam penjualan makanan dan pupuk dalam lingkup internasional. Ditambah serta penghapusan sanksi pada kapal, layanan pelabuhan, dan kemampuan untuk membeli mesin pertanian dan barang-barang terkait.

Namun seperti dilansir RT, Gedung Putih tidak memberikan rincian, tetapi Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya memang mempertimbangkan untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Rusia.

"Mereka akan melihatnya, dan kami memikirkan semuanya saat ini. Ada sekitar lima atau enam kondisi. Kami melihat semuanya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Selasa (25/3) kemarin.

Sementara itu Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky mengecam Washington yang menuduh AS membahas masalah sanksi dengan delegasi Rusia tanpa memberi pengarahan kepada Kiev tentang masalah ini.

"Kami tidak menyetujui ini sehingga akan ada dalam dokumen bersama. Kami percaya bahwa ini adalah pelemahan posisi dan melemahnya sanksi," klaimnya.

Sebagai informasi AS dan Rusia sepakat untuk menghidupkan kembali perjanjian biji-bijian Laut Hitam setelah 12 jam pembicaraan yang fokus pada konflik Ukraina yang diadakan pada hari Senin di Arab Saudi.

Perjanjian tersebut awalnya ditengahi pada Juli 2022 oleh PBB dan Turki, dengan tujuan membuat ekspor produk pertanian Ukraina dapat berjalan dengan aman, sebagai imbalannya maka Barat mencabut sanksi terhadap ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.

Baca Juga: 5 Negara Tujuan Ekspor Gandum Rusia, Salah Satunya Indonesia

Moskow akhirnya menolak untuk memperpanjang kesepakatan itu, dengan alasan kegagalan Barat untuk menegakkan kewajibannya. Saat ini Rusia membutuhkan jaminan kuat dari AS, kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, dengan alasan bahwa hanya "perintah langsung" dari Washington yang dapat memaksa Kiev untuk mematuhi kesepakatan apapun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Rekomendasi
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Infografis
Rusia Peringatkan Ancaman...
Rusia Peringatkan Ancaman Ranjau di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved