5 Negara yang Memilih Jalur Negosiasi Tarif dengan AS, Ada Indonesia hingga Israel

Senin, 07 April 2025 - 09:57 WIB
loading...
A A A
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Indonesia akan mengutamakan diplomasi dan negosiasi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan daripada melakukan pembalasan.

"Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang hubungan perdagangan bilateral serta menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional," ujar Airlangga.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mendukung sektor-sektor yang berpotensi terdampak, seperti industri pakaian jadi dan alas kaki. Selain itu, Indonesia juga akan mencari cara untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara Eropa sebagai alternatif dari AS dan China. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke AS guna melakukan negosiasi perdagangan langsung dengan Washington.

2. Vietnam


Vietnam telah meminta penundaan tarif 46% yang diberlakukan AS terhadap semua impor dari negara tersebut. Mantan Presiden Vietnam, To Lam, mengatakan bahwa ia telah menunjuk Wakil Perdana Menteri, Ho Duc Phoc, sebagai penghubung utama dengan pihak AS dalam masalah ini, dengan tujuan mencapai kesepakatan secepat mungkin.

Para ahli memperkirakan bahwa tarif baru ini akan berdampak besar pada sektor-sektor seperti makanan laut, garmen, alas kaki, kayu, elektronik, dan ponsel pintar di Vietnam.

Beberapa ekonom memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Nike dan Adidas mungkin akan mengurangi produksi di Vietnam, yang dapat menyebabkan perampingan pabrik dan pemutusan hubungan kerja.

Lam, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, telah menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump untuk meminta penundaan selama 45 hari. Ia berharap dapat bertemu dengan Trump di Washington bulan depan untuk menyelesaikan masalah ini. Trump, pada hari Jumat, mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan pembicaraan "sangat produktif" dengan Lam mengenai tarif ini.

3. Israel


Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan harapannya agar Presiden Trump dapat meringankan tarif yang dikenakan pada Israel ketika keduanya bertemu di Washington minggu depan. "Saya harap saya dapat membantu dalam masalah ini. Itulah tujuannya," kata Netanyahu.

Israel menghadapi pungutan 17% pada barang-barang yang diekspor ke AS di bawah kebijakan tarif Trump yang luas. Seorang sumber senior di Kementerian Keuangan Israel mengungkapkan bahwa negara ini berusaha untuk memotong tarif menjadi 10%.

Selain itu, Israel telah mengumumkan rencana untuk membatalkan tarif impor AS yang tersisa, dengan hanya 2% pungutan yang dikenakan pada barang-barang seperti mesin canggih dan peralatan medis.

Asosiasi Produsen Israel memperingatkan bahwa ekonomi Israel dapat kehilangan hingga USD3 miliar akibat tarif baru ini, yang diperkirakan akan menyebabkan hilangnya ribuan pekerjaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Berita Terkini
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved