5 Negara yang Memilih Jalur Negosiasi Tarif dengan AS, Ada Indonesia hingga Israel
Senin, 07 April 2025 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Bursa Berlian Israel, Nissim Zuaretz, juga mendesak Netanyahu untuk memastikan bahwa tarif tidak diterapkan pada ekspor berlian Israel, yang dapat merusak mata pencaharian ribuan keluarga.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, telah menawarkan tarif nol sebagai dasar pembicaraan dengan AS, daripada membalas pungutan baru sebesar 32% yang diberlakukan Trump terhadap wilayah pulau tersebut. Dalam sebuah pesan video, Lai mengatakan bahwa meskipun Taiwan bergantung pada perdagangan, dampak tarif tersebut dapat diminimalkan dengan pendekatan yang tepat.
Lai menyarankan agar negosiasi tarif dimulai dengan "tarif nol" antara Taiwan dan AS, dengan mengacu pada perjanjian perdagangan bebas AS-Kanada-Meksiko. Presiden Taiwan juga menyatakan komitmennya untuk menghapus hambatan perdagangan dan meningkatkan investasi perusahaan-perusahaan Taiwan di AS.
Tarif baru AS tidak berlaku untuk semikonduktor, yang merupakan ekspor utama Taiwan, karena pulau ini memproduksi lebih dari 60% chip dunia dan 90% chip tercanggih.
Ketua Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan bahwa Uni Eropa siap mempertahankan kepentingannya dengan tindakan balasan yang proporsional terhadap tarif Trump dan akan bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mencapai tujuan tersebut.
Von der Leyen menegaskan kembali komitmen Uni Eropa untuk terlibat dalam negosiasi dengan AS. Komisi Uni Eropa akan mengusulkan kepada negara-negara anggota blok ini daftar produk AS senilai USD28 miliar yang akan dikenai bea masuk tambahan. Produk-produk yang ditargetkan meliputi daging AS, sereal, anggur, kayu, dan pakaian.
Sebagai tanggapan terhadap tarif baja dan aluminium Trump, Uni Eropa telah menghadapi tarif 25% untuk ekspor baja, aluminium, dan mobil, serta tarif timbal balik sebesar 20% yang mulai berlaku pada hari Rabu untuk hampir semua barang lainnya.
Tarif baru AS akan mencakup lebih dari dua pertiga ekspor Uni Eropa ke AS. Pada hari Senin, Luksemburg akan menjadi tuan rumah pertemuan pertama para menteri perdagangan Uni Eropa sejak tarif Trump diumumkan, di mana para menteri diperkirakan akan mendorong tanggapan terpadu.
4. Taiwan
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, telah menawarkan tarif nol sebagai dasar pembicaraan dengan AS, daripada membalas pungutan baru sebesar 32% yang diberlakukan Trump terhadap wilayah pulau tersebut. Dalam sebuah pesan video, Lai mengatakan bahwa meskipun Taiwan bergantung pada perdagangan, dampak tarif tersebut dapat diminimalkan dengan pendekatan yang tepat.
Lai menyarankan agar negosiasi tarif dimulai dengan "tarif nol" antara Taiwan dan AS, dengan mengacu pada perjanjian perdagangan bebas AS-Kanada-Meksiko. Presiden Taiwan juga menyatakan komitmennya untuk menghapus hambatan perdagangan dan meningkatkan investasi perusahaan-perusahaan Taiwan di AS.
Tarif baru AS tidak berlaku untuk semikonduktor, yang merupakan ekspor utama Taiwan, karena pulau ini memproduksi lebih dari 60% chip dunia dan 90% chip tercanggih.
5. Uni Eropa
Ketua Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan bahwa Uni Eropa siap mempertahankan kepentingannya dengan tindakan balasan yang proporsional terhadap tarif Trump dan akan bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mencapai tujuan tersebut.
Von der Leyen menegaskan kembali komitmen Uni Eropa untuk terlibat dalam negosiasi dengan AS. Komisi Uni Eropa akan mengusulkan kepada negara-negara anggota blok ini daftar produk AS senilai USD28 miliar yang akan dikenai bea masuk tambahan. Produk-produk yang ditargetkan meliputi daging AS, sereal, anggur, kayu, dan pakaian.
Sebagai tanggapan terhadap tarif baja dan aluminium Trump, Uni Eropa telah menghadapi tarif 25% untuk ekspor baja, aluminium, dan mobil, serta tarif timbal balik sebesar 20% yang mulai berlaku pada hari Rabu untuk hampir semua barang lainnya.
Tarif baru AS akan mencakup lebih dari dua pertiga ekspor Uni Eropa ke AS. Pada hari Senin, Luksemburg akan menjadi tuan rumah pertemuan pertama para menteri perdagangan Uni Eropa sejak tarif Trump diumumkan, di mana para menteri diperkirakan akan mendorong tanggapan terpadu.
(nng)
Lihat Juga :