Pemerintah Siapkan Opsi Diskon PPN dan PPh Impor dalam Proposal Dagang ke AS
Senin, 07 April 2025 - 20:51 WIB
loading...
Wamenkeu, Anggito Abimanyu menyatakan, bahwa pemerintah membuka opsi pengurangan PPN dan PPh impor sebagai bagian dari proposal dagang dengan AS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Anggito Abimanyu menyatakan, bahwa pemerintah membuka opsi pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) impor sebagai bagian dari proposal yang akan dibawa dalam pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat (AS) . Namun Ia menegaskan, bahwa saat ini pemerintah belum berkomitmen pada angka atau bentuk insentif fiskal tertentu.
“Kita tidak melakukan negosiasi, kita hanya memberikan daftar opsi yang tersedia. Nanti Pak Menko (Perekonomian) dan tim yang akan melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Amerika,” ujar Wamenkeu, Anggito saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Senin (7/4/2025).
Anggito menjelaskan, pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak hanya fokus pada aspek tarif impor , namun juga langkah-langkah administrasi. “Kita mendukung langkah-langkah yang dikorelasikan oleh Pak Menko, baik non-tarif maupun administratif. Jadi dua-duanya menjadi menu utama yang akan dibawa,” katanya.
Baca Juga: Trump Mengakui Revolusi Ekonomi Butuh Pengorbanan, Tak Akan Mudah Bagi Warga AS
Dalam daftar usulan tersebut, opsi penyesuaian tarif seperti PPN dan PPh impor tetap dimasukkan, namun masih dalam tahap kajian cost-benefit. "Kita tidak mau bilang apa-apa dulu, semuanya kita sampaikan dalam bentuk benefit dan cost-nya. Jangan lupa, kita juga harus menjaga kredibilitas dan fiskal kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggito menyoroti reformasi administratif yang sedang ditempuh Kementerian Keuangan. Tiga hal utama yang tengah diupayakan adalah percepatan waktu pemeriksaan impor, percepatan restitusi pajak, serta penyederhanaan prosedur di bea cukai.
“Kita tidak melakukan negosiasi, kita hanya memberikan daftar opsi yang tersedia. Nanti Pak Menko (Perekonomian) dan tim yang akan melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Amerika,” ujar Wamenkeu, Anggito saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Senin (7/4/2025).
Anggito menjelaskan, pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak hanya fokus pada aspek tarif impor , namun juga langkah-langkah administrasi. “Kita mendukung langkah-langkah yang dikorelasikan oleh Pak Menko, baik non-tarif maupun administratif. Jadi dua-duanya menjadi menu utama yang akan dibawa,” katanya.
Baca Juga: Trump Mengakui Revolusi Ekonomi Butuh Pengorbanan, Tak Akan Mudah Bagi Warga AS
Dalam daftar usulan tersebut, opsi penyesuaian tarif seperti PPN dan PPh impor tetap dimasukkan, namun masih dalam tahap kajian cost-benefit. "Kita tidak mau bilang apa-apa dulu, semuanya kita sampaikan dalam bentuk benefit dan cost-nya. Jangan lupa, kita juga harus menjaga kredibilitas dan fiskal kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggito menyoroti reformasi administratif yang sedang ditempuh Kementerian Keuangan. Tiga hal utama yang tengah diupayakan adalah percepatan waktu pemeriksaan impor, percepatan restitusi pajak, serta penyederhanaan prosedur di bea cukai.
Lihat Juga :