3 Alasan Trump Nekat Kobarkan Perang Dagang dengan China
Jum'at, 11 April 2025 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Melansir BBC, Trump menegaskan ingin mengurangi ketimpangan antara nilai barang yang dibeli AS dari negara lain dan nilai barang yang dijual ke negara-negara tersebut. Menurutnya, Amerika telah "dimanfaatkan" dan "dijarah" oleh pihak asing dan tarif merupakan cara untuk mengakhiri praktik tersebut.
Baca Juga: Soal Tarif Impor, Trump: Banyak Negara Ingin 'Cium Pantat Saya' untuk Negosiasi
Trump berulang kali menyoroti defisit perdagangan AS dengan China yang mencapai lebih dari USD300 miliar per tahun. Ia menilai bahwa ketidakseimbangan ini mencerminkan praktik dagang yang tidak adil, di mana China mengekspor jauh lebih banyak ke AS dibandingkan yang diimpornya. Tarif diberlakukan untuk mengurangi ketimpangan ini dan memaksa China membuka akses yang lebih adil bagi produk Amerika.
Perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di China seringkali dipaksa berbagi teknologi dengan mitra lokal sebagai syarat untuk bisa berbisnis di sana. Pemerintahan Trump menuduh China melakukan pencurian kekayaan intelektual secara sistemik dan menerapkan kebijakan transfer teknologi secara paksa, yang dinilai memberikan keunggulan tidak adil bagi perusahaan-perusahaan China.
Program ambisius seperti Made in China 2025 dirancang untuk menjadikan China sebagai pemimpin dalam industri-industri strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi tinggi lainnya. Amerika memandang kebijakan ini sebagai ancaman langsung terhadap dominasinya dalam bidang teknologi.
Apalagi, banyak perusahaan China mendapatkan subsidi besar dari pemerintah, yang menurut AS merusak prinsip persaingan pasar global. Perang dagang ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan AS terhadap hubungan dagang dengan China dan menciptakan ketidakpastian di pasar global. Dampaknya terasa tidak hanya di kedua negara, tetapi juga di seluruh dunia.
Baca Juga: Soal Tarif Impor, Trump: Banyak Negara Ingin 'Cium Pantat Saya' untuk Negosiasi
Berikut adalah tiga alasan utama di balik kebijakan perang dagang Trump terhadap China:
1. Masalah Defisit Perdagangan
Trump berulang kali menyoroti defisit perdagangan AS dengan China yang mencapai lebih dari USD300 miliar per tahun. Ia menilai bahwa ketidakseimbangan ini mencerminkan praktik dagang yang tidak adil, di mana China mengekspor jauh lebih banyak ke AS dibandingkan yang diimpornya. Tarif diberlakukan untuk mengurangi ketimpangan ini dan memaksa China membuka akses yang lebih adil bagi produk Amerika.
2. Pencurian Kekayaan Intelektual dan Transfer Teknologi Paksa
Perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di China seringkali dipaksa berbagi teknologi dengan mitra lokal sebagai syarat untuk bisa berbisnis di sana. Pemerintahan Trump menuduh China melakukan pencurian kekayaan intelektual secara sistemik dan menerapkan kebijakan transfer teknologi secara paksa, yang dinilai memberikan keunggulan tidak adil bagi perusahaan-perusahaan China.
3. Kebijakan Industri China dan Intervensi Negara
Program ambisius seperti Made in China 2025 dirancang untuk menjadikan China sebagai pemimpin dalam industri-industri strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi tinggi lainnya. Amerika memandang kebijakan ini sebagai ancaman langsung terhadap dominasinya dalam bidang teknologi.
Apalagi, banyak perusahaan China mendapatkan subsidi besar dari pemerintah, yang menurut AS merusak prinsip persaingan pasar global. Perang dagang ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan AS terhadap hubungan dagang dengan China dan menciptakan ketidakpastian di pasar global. Dampaknya terasa tidak hanya di kedua negara, tetapi juga di seluruh dunia.
(nng)
Lihat Juga :