2 Senjata Pamungkas China Lawan Amerika dalam Perang Dagang

Sabtu, 12 April 2025 - 12:56 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Naikkan Tarif Impor Jadi 125%

Langkah Xi selanjutnya mungkin bergantung pada seberapa besar penderitaan yang ingin ia timpakan pada ekonominya sendiri, mengingat perang dagang merugikan kedua belah pihak dalam hampir setiap skenario.

"Ia bukan pemimpin yang sama seperti pada tahun 2018," kata Nazak Nikakhtar, seorang pakar perdagangan dan mantan pejabat Departemen Perdagangan. "Ia telah menasionalisasi banyak kemampuan manufaktur berteknologi tinggi di China, termasuk semikonduktor dan AI. Ia telah mengonsolidasikan kekuasaan-ia mendekati akhir masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencari masa jabatan keempat, dan ia telah menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Ia hanya lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya, jadi saya pikir ia bersedia untuk membalas dengan keras."

Nikakhtar memperkirakan Xi akan meningkatkan pembalasan dengan terus membuang obligasi pemerintah AS dan memperluas larangan ekspor mineral penting. "Saya pikir dia benar-benar, sungguh-sungguh bersedia menanggung penderitaan sebanyak yang diperlukan secara internal untuk menimbulkan penderitaan di Barat. Dan saya pikir dia bisa lolos karena pemerintah China mengendalikan semua tuas ekonomi. Mereka tidak memiliki kekuatan pasar bebas yang menggerakkan banyak hal," katanya.

Namun, menurut Nikakhtar AS juga memiliki lebih banyak senjata di gudang arsenalnya. "Apakah kita mampu melakukan lebih dari yang telah kita lakukan dalam hal tidak hanya tarif, kontrol ekspor, pembatasan arus modal? Tentu saja. Apakah Departemen Keuangan berpotensi bersedia untuk melakukan beberapa sanksi serius yang dapat melumpuhkan bank-bank China? Saya pikir mereka bersedia," tandasnya.

(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Berita Terkini
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved