Uni Eropa Bakal Pakai Segala Cara untuk Melawan Tarif AS

Minggu, 13 April 2025 - 08:29 WIB
loading...
Uni Eropa Bakal Pakai...
Uni Eropa (UE) siap untuk mengerahkan segala cara untuk melindungi pasarnya dari dampak tarif baru Presiden AS Donald Trump jika negosiasi gagal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) siap untuk mengerahkan segala cara untuk melindungi pasarnya dari dampak tarif baru Presiden AS Donald Trump jika negosiasi gagal. Hal ini disampaikan oleh Komisaris Perdagangan, Maros Sefcovic.

Seperti diketahui Trump pada pekan lalu mengumumkan, bahwa Washington akan mengenakan pungutan mulai dari 10% hingga 50% pada impor dari negara-negara yang dituduh melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Uni Eropa dijatuhi tarif impor sebesar 20% yang mulai Rabu, 9 April lalu.

Baca Juga: Uni Eropa Balik Melawan AS, Siap Jatuhkan Tarif 25% Mulai Minggu Depan

Berbicara pada konferensi pers, Sefcovic mengatakan hubungan perdagangan dengan mitra terbesar blok itu berada di "tempat yang sulit." Dia menekankan, bahwa Brussels tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan, tetapi "tidak akan menunggu tanpa henti."

Tarif baru Trump bakal menjadi pukulan serius terhadap ekspor Uni Eropa, Sefcovic mencatat bahwa sekitar 380 miliar euro (USD410 miliar setara Rp6.801 triliun) barang – atau sekitar 70% dari total ekspor blok (UE) ke AS – sekarang menghadapi bea masuk 20% atau lebih tinggi.

Biaya tambahan akan melebihi 80 miliar euro, dibandingkan dengan 7 miliar euro yang saat ini dikumpulkan Washington, tambahnya.

"Kami siap menggunakan setiap alat dalam gudang pertahanan perdagangan kami untuk melindungi Pasar Tunggal UE, produsen UE, dan konsumen UE," kata Sefcovic.

Dia juga menekankan, bahwa Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen telah menawarkan kesepakatan tarif "zero-for-zero" pada produk mobil dan barang-barang industri untuk meredakan ketegangan.

Menurut Sefcovic, Komisi telah menyiapkan "daftar penanggulangan yang kuat," yang secara resmi bakal diadopsi pada 15 April, mendatang. Gelombang pertama aksi pembalasan sudah mulai berlaku, dengan putaran kedua menyusul pada 15 Mei.

Trump telah membingkai tarif terbaru AS sebagai 'Hari Pembebasan' dalam upaya untuk mengembalikan keseimbangan perdagangan global, dimana Ia menuduh negara-negara lain "menipu" AS melalui "kebijakan berbahaya."

Ia berpendapat bahwa total pungutan blok atas barang-barang AS berjumlah 39% dan mengklaim bahwa perusahaan Amerika membayar lebih dari USD200 miliar per tahun dalam bentuk pajak pertambahan nilai di seluruh Eropa.

Baca Juga: Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair

Von der Leyen menyebutkan, tarif itu sebagai "pukulan besar bagi ekonomi dunia." Saham global telah jatuh sejak pengumuman tarif, aksi jual yang semakin dalam di banyak pasar terjadi sejak awal pekan.

Trump membela langkah pungutan tersebut, bakal memberikan keuntungan ekonomi bagi AS yang signifikan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved