Pemanfaatan PLTS PNRE Dorong Kegiatan Hidroponik Berjalan Efisien
Kamis, 17 April 2025 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran, Apa Alasannya?
Dicky menjelaskan, inisiatif hijau ini bukan program yang berjalan sendiri. Melalui skema Integrasi Layanan Primer (ILP), Pertamina juga menyelenggarakan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi 80 kader Posyandu, didampingi langsung oleh 15 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Dumai. Pelatihan ini memperkuat peran kader sebagai ujung tombak layanan kesehatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. "Dampaknya tak main-main. Angka stunting di Kota Dumai menunjukkan penurunan signifikan," kata dia.
Pemerintah pun memberi apresiasi dalam bentuk penghargaan pada tahun 2023 dan 2024, serta insentif fiskal sebesar Rp5,8 miliar sebuah bentuk pengakuan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Menurut Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan, program ini menjadi bukti nyata kontribusi Pertamina untuk masyarakat.
"Kami melihat bahwa isu stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi. Melalui hidroponik bertenaga surya ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk bisa memproduksi sendiri sumber pangan sehat secara mandiri dan ramah lingkungan," jelasnya.
Program ini, imbuh dia, menawarkan hal yang kadang terlupakan dalam sebuah program yaitu, keberlanjutan. "Ini bukan proyek instan yang berlalu begitu saja, melainkan proses panjang yang menyentuh langsung kebutuhan dasar manusia pangan, energi, dan kesehatan. Program ini juga merupakan bentuk dukungan untuk mencapai target pemerintah untuk Net Zero Emission di tahun 2060," tandasnya.
Dicky menjelaskan, inisiatif hijau ini bukan program yang berjalan sendiri. Melalui skema Integrasi Layanan Primer (ILP), Pertamina juga menyelenggarakan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi 80 kader Posyandu, didampingi langsung oleh 15 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Dumai. Pelatihan ini memperkuat peran kader sebagai ujung tombak layanan kesehatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. "Dampaknya tak main-main. Angka stunting di Kota Dumai menunjukkan penurunan signifikan," kata dia.
Pemerintah pun memberi apresiasi dalam bentuk penghargaan pada tahun 2023 dan 2024, serta insentif fiskal sebesar Rp5,8 miliar sebuah bentuk pengakuan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Menurut Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan, program ini menjadi bukti nyata kontribusi Pertamina untuk masyarakat.
"Kami melihat bahwa isu stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi. Melalui hidroponik bertenaga surya ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk bisa memproduksi sendiri sumber pangan sehat secara mandiri dan ramah lingkungan," jelasnya.
Program ini, imbuh dia, menawarkan hal yang kadang terlupakan dalam sebuah program yaitu, keberlanjutan. "Ini bukan proyek instan yang berlalu begitu saja, melainkan proses panjang yang menyentuh langsung kebutuhan dasar manusia pangan, energi, dan kesehatan. Program ini juga merupakan bentuk dukungan untuk mencapai target pemerintah untuk Net Zero Emission di tahun 2060," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :