Pemanfaatan PLTS PNRE Dorong Kegiatan Hidroponik Berjalan Efisien
Kamis, 17 April 2025 - 16:09 WIB
loading...
Kebun hidroponik yang dilistriki PLTS berkapasitas 4,8 kilo watt peak di di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS ) berkapasitas 4,8 kilo watt peak (kWp) yang dmanfaatkan untuk kebun hidroponik pada Program Posyandu Sehati yang diinisiasi oleh Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Dumai bersama Pertamina New & Renewable Energy ( Pertamina NRE ), mampu mendukung ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat Kota Dumai, khususnya di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.
Program yang menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap energi bersih dan pemberdayaan masyarakat itu mampu menghemat biaya listrik hingga Rp400.000 per bulan, sekaligus menghasilkan panen bernilai Rp2,1 juta setiap bulan melalui kebun hidroponik bertenaga surya.Dengan pemanfaatan PLTS, kegiatan hidroponik bisa berjalan efisien dengan mengurangi biaya listrik, bahkan bisa dijalankan di daerah dengan keterbatasan akses listrik sekalipun.
Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi mengatakan, melalui program ini PNRE menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya menjadikan energi bersih lebih mudah diakses oleh siapapun. "Ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 7, yaitu menjamin akses energi bersih, terjangkau, andal, dan modern untuk semua,"ungkap Dicky, Kamis (17/4/2025).
Tak hanya mengubah cahaya menjadi listrik, kata dia, tapi juga menyuburkan tanaman yang kelak dipanen untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar. "Kami di Pertamina NRE sangat bangga dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat melalui program ini, energi bersih kita hadirkan di masyarakat untuk dimanfaatkan dan manfaatnya nyata,"ujar Dicky.
Budidaya sayur hidroponik ini berawal dari 10 kader posyandu yang dulunya hanya dikenal dengan kegiatan pengukur tinggi badan balita. Kader Posyandu Sehati kini menjadi petani hidroponik handal yang bukan hanya menanam dan menghasilkan sayuran segar, tapi juga juga berinovasi mengolah hasil panennya menjadi sejumlah produk sehat seperti jus organik, hingga biskuit sorgum yang bergizi.
Produk-produk ini, jelas Dicky, tak sekadar enak, tapi juga penuh manfaat, terutama bagi ibu hamil dan balita. Biskuit ini dibuat khusus untuk mendukung pertumbuhan anak-anak agar terhindar dari stunting. Posyandu ini juga memproduksi panganan sehat lain sepertinugget dan bakso patin. Menurut salah satu kader posyandu tersebut, kandungan zat besi, fosfor, dan serat dari produk yang dihasilkan jauh melampaui beras, menjadikannya pilihan cerdas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Program yang menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap energi bersih dan pemberdayaan masyarakat itu mampu menghemat biaya listrik hingga Rp400.000 per bulan, sekaligus menghasilkan panen bernilai Rp2,1 juta setiap bulan melalui kebun hidroponik bertenaga surya.Dengan pemanfaatan PLTS, kegiatan hidroponik bisa berjalan efisien dengan mengurangi biaya listrik, bahkan bisa dijalankan di daerah dengan keterbatasan akses listrik sekalipun.
Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi mengatakan, melalui program ini PNRE menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya menjadikan energi bersih lebih mudah diakses oleh siapapun. "Ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 7, yaitu menjamin akses energi bersih, terjangkau, andal, dan modern untuk semua,"ungkap Dicky, Kamis (17/4/2025).
Tak hanya mengubah cahaya menjadi listrik, kata dia, tapi juga menyuburkan tanaman yang kelak dipanen untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar. "Kami di Pertamina NRE sangat bangga dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat melalui program ini, energi bersih kita hadirkan di masyarakat untuk dimanfaatkan dan manfaatnya nyata,"ujar Dicky.
Budidaya sayur hidroponik ini berawal dari 10 kader posyandu yang dulunya hanya dikenal dengan kegiatan pengukur tinggi badan balita. Kader Posyandu Sehati kini menjadi petani hidroponik handal yang bukan hanya menanam dan menghasilkan sayuran segar, tapi juga juga berinovasi mengolah hasil panennya menjadi sejumlah produk sehat seperti jus organik, hingga biskuit sorgum yang bergizi.
Produk-produk ini, jelas Dicky, tak sekadar enak, tapi juga penuh manfaat, terutama bagi ibu hamil dan balita. Biskuit ini dibuat khusus untuk mendukung pertumbuhan anak-anak agar terhindar dari stunting. Posyandu ini juga memproduksi panganan sehat lain sepertinugget dan bakso patin. Menurut salah satu kader posyandu tersebut, kandungan zat besi, fosfor, dan serat dari produk yang dihasilkan jauh melampaui beras, menjadikannya pilihan cerdas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Lihat Juga :