Jempol buat Pertamina RU V yang Ekspor Perdana BBM Standar Euro 4

Minggu, 06 September 2020 - 12:55 WIB
loading...
Jempol buat Pertamina...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) V Balikpapan, selaku pemain hilir, melakukan penyaluran perdana atau ekspor produk High Speed Diesel (HSD) 50 PPM Sulphur ke Malaysia sebanyak 200.000 barel atau setara dengan 31.800 kiloliter melalui kapal MT Ridgebury Katherine Z.

Kapal yang mengangkut produk HSD 0.005-%S akan menempuh waktu empat sampai lima hari hingga sampai ke Malaysia. Nilai ekspor itu sendiri mencapai USD9,5 juta.

General Manager Refinery Unit (RU Kilang) V Balikpapan Eko Sunarno mengungkapkan, produk ini merupakan hasil dari fraksi diesel di Unit Secondary Kilang RU V Balikpapan. Produk ini memiliki kualitas sulphur 50 ppm atau setara dengan produk diesel standard Euro 4 .

“Tentunya akibat pandemi ada penurunan demand bahan bakar. Milestone yang baik bagi kita Pertamina, terkhusus RU V, untuk berkomitmen mengupayakan keberlanjutan pasokan energi dan operasional kilang dengan menjawab tantangan dan demand pasar akan produk HSD,” kata Eko dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2020). ( Baca juga:Para Pengusaha Jawa Barat Berselisih Soal Pemecatan hingga Dana Hibah )

Selain berstandar Euro 4 dan memiliki kualitas Sulphur 0.005-%S atau 50 ppm, produk ini memiliki kelebihan lain, yaitu Cetane Index minimal 50 (Cetane Number minimal 53), dan flash point minimal 60 derajat Celcius.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa jenis BBM HSD 0.005%S ini sudah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2017, yaitu ditetapkan spesifikasi BBM jenis solar memiliki angka Cetane Number minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. ( Baca juga:Pengembalian SK Cagub Sumbar Risiko yang Harus Ditanggung PDIP )

“Patut berbangga, bahwa di Indonesia yang dapat memproduksi produk tersebut hanya RU V Balikpapan dengan kapasitas 200.000 Barrels per bulan dan RU II Dumai dengan kapasitas saat ini 100.000 Barrels per bulan,” tambahnya.

Ia berharap setiap insan Pertamina, terkhusus di Kilang RU V, untuk melakukan inovasi. Sebab, produk ini merupakan satu bukti bahwa kilang Balikpapan memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan diri.

“Kedepannya, akan ada rencana ekspor kembali pada periode Oktober hingga Desember 2020, sejumlah 200.000 barrels setiap bulannya dengan tujuan pasar internasional,” tutup Eko.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved