Trump Kobarkan Perang Dagang, China Mencoba Bersikap Baik kepada Dunia
Senin, 21 April 2025 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Vietnam juga menjadi mitra dagang utama Amerika Serikat (AS). Pada 2024, nilai ekspor Vietnam ke AS mencapai lebih dari USD136 miliar, berdasarkan data dari Biro Sensus AS. Malaysia juga memegang peran penting dalam jaringan dagang China, dengan kontribusi sekitar 1,91% dari total ekspor China senilai USD65,5 miliar pada 2023. Selain itu, Malaysia memasok hampir 66% dari ekspor minyak mentahnya ke China.
"Beijing yakin memiliki keunggulan dalam menjalin hubungan dengan negara-negara tetangganya. Sementara itu, kebijakan luar negeri Trump yang tidak stabil justru merusak citra dan pengaruh lunak Amerika Serikat di kawasan Asia," ujar Zhao Minghao, profesor studi internasional di Universitas Fudan, Shanghai.
China juga menunjukkan ketertarikan untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Uni Eropa (UE). Saat ini, China adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Uni Eropa setelah Amerika Serikat. Namun, hubungan tersebut menghadapi tantangan tersendiri. Uni Eropa tengah mempertimbangkan penerapan tarif atas kendaraan listrik buatan China, dan sebagai solusi, ditawarkan penetapan harga minimum untuk produk-produk tersebut.
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Terlepas dari upaya internasionalnya, perekonomian China tengah menghadapi tantangan serius. Selain dampak dari perang dagang, negara ini juga bergulat dengan krisis pasar properti yang belum usai dan beban populasi yang menua dengan cepat. China juga kesulitan mencari pasar pengganti untuk produk-produk murah yang sebelumnya banyak diekspor ke AS.
"Beijing yakin memiliki keunggulan dalam menjalin hubungan dengan negara-negara tetangganya. Sementara itu, kebijakan luar negeri Trump yang tidak stabil justru merusak citra dan pengaruh lunak Amerika Serikat di kawasan Asia," ujar Zhao Minghao, profesor studi internasional di Universitas Fudan, Shanghai.
China juga menunjukkan ketertarikan untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Uni Eropa (UE). Saat ini, China adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Uni Eropa setelah Amerika Serikat. Namun, hubungan tersebut menghadapi tantangan tersendiri. Uni Eropa tengah mempertimbangkan penerapan tarif atas kendaraan listrik buatan China, dan sebagai solusi, ditawarkan penetapan harga minimum untuk produk-produk tersebut.
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Terlepas dari upaya internasionalnya, perekonomian China tengah menghadapi tantangan serius. Selain dampak dari perang dagang, negara ini juga bergulat dengan krisis pasar properti yang belum usai dan beban populasi yang menua dengan cepat. China juga kesulitan mencari pasar pengganti untuk produk-produk murah yang sebelumnya banyak diekspor ke AS.
Lihat Juga :