Dunia Kacau Balau, Sri Mulyani Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%
Kamis, 24 April 2025 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan adanya tekanan akibat kebijakan tarif resiprokal AS, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar offshore NDF untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan global," kata Sri Mulyani.
Baca Juga: Ketidakpastian Melonjak, IMF Keluarkan Peringatan Ekonomi Global
Langkah intervensi tersebut membuahkan hasil positif. Nilai tukar Rupiah tercatat menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025. Angka ini lebih baik dibandingkan posisi Rp16.865 pada hari pertama pembukaan pasar domestik pasca libur panjang. "Respons dari kebijakan BI memberikan hasil positif, tercermin dari Rupiah yang tetap terkendali," pungkasnya.
Baca Juga: Ketidakpastian Melonjak, IMF Keluarkan Peringatan Ekonomi Global
Langkah intervensi tersebut membuahkan hasil positif. Nilai tukar Rupiah tercatat menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025. Angka ini lebih baik dibandingkan posisi Rp16.865 pada hari pertama pembukaan pasar domestik pasca libur panjang. "Respons dari kebijakan BI memberikan hasil positif, tercermin dari Rupiah yang tetap terkendali," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :