Boikot Produk Terafiliasi Israel Meluas, Apa Efeknya buat Ekonomi?
Kamis, 24 April 2025 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
“Boikot memang merugikan perekonomian, terutama jika produk yang diboikot adalah produk konsumtif. Dalam situasi seperti itu, PHK kerap menjadi opsi terakhir untuk efisiensi,” jelas Eko.
Hal ini diperkuat oleh data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), yang melaporkan bahwa penjualan sejumlah produk kebutuhan sehari-hari yang dituduh berafiliasi dengan Israel telah turun hingga 40%.
Dampak lanjutannya, tentu ada pada potensi gelombang PHK di Indonesia. Pasalnya gelombang PHK pun sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, dipicu oleh berbagai faktor seperti penurunan permintaan pasar, efisiensi bisnis, dan tekanan ekonomi global.
Kasus terbaru adalah penutupan operasional PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil ternama yang akan memberhentikan lebih dari 10.000 karyawan mulai 1 Maret 2025.
Selain itu, Yamaha juga mengumumkan penutupan dua pabrik pianonya di Indonesia, yang berdampak pada PHK 1.100 karyawan. Sementara itu PT Sanken Indonesia dilaporkan akan menutup pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, pada Juni 2025, mengakibatkan 900 orang buruh kehilangan pekerjaannya.
Sektor makanan dan minuman cepat saji juga tidak luput dari tekanan. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia, mencatat kerugian hingga Rp558 miliar pada kuartal III-2024 dan telah mem-PHK 2.274 karyawan.
Hal ini diperkuat oleh data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), yang melaporkan bahwa penjualan sejumlah produk kebutuhan sehari-hari yang dituduh berafiliasi dengan Israel telah turun hingga 40%.
Dampak lanjutannya, tentu ada pada potensi gelombang PHK di Indonesia. Pasalnya gelombang PHK pun sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, dipicu oleh berbagai faktor seperti penurunan permintaan pasar, efisiensi bisnis, dan tekanan ekonomi global.
Kasus terbaru adalah penutupan operasional PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil ternama yang akan memberhentikan lebih dari 10.000 karyawan mulai 1 Maret 2025.
Selain itu, Yamaha juga mengumumkan penutupan dua pabrik pianonya di Indonesia, yang berdampak pada PHK 1.100 karyawan. Sementara itu PT Sanken Indonesia dilaporkan akan menutup pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, pada Juni 2025, mengakibatkan 900 orang buruh kehilangan pekerjaannya.
Sektor makanan dan minuman cepat saji juga tidak luput dari tekanan. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia, mencatat kerugian hingga Rp558 miliar pada kuartal III-2024 dan telah mem-PHK 2.274 karyawan.
Pemerintah Harus Ambil Peran Aktif
Direktur Eksekutif Asosiasi Penguasaha Ritel Indonesia (APRINDO), Setyadi Surya menekankan pentingnya peran pemerintah dalam meredam dampak ekonomi yang ditimbulkan dan mengambil langkah konkret untuk mencegah meluasnya PHK. Ia meminta kebijakan yang seimbang antara makro dan mikro agar lapangan kerja tetap terlindungi.Lihat Juga :