Bank Dunia Membunyikan Alarm Soal Jeratan Utang di Negara Berkembang, Termasuk RI?
Senin, 28 April 2025 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
Suku bunga bahkan lebih tinggi untuk negara-negara miskin, di mana biaya pembayaran utang memakan 20% dari PDB saat ini, dibandingkan dengan 10% satu dekade lalu.
"Hal ini berarti negara-negara menghabiskan lebih sedikit untuk pendidikan, perawatan kesehatan dan program lain yang dapat meningkatkan pembangunan, katanya.
Baca Juga: Bagaimana BRICS akan Memengaruhi Negara-Negara Berkembang?
Suku bunga diprediksi juga tetap tinggi, mengingat meningkatnya ekspektasi inflasi, yang berarti utang negara-negara dapat naik lebih lanjut jika mereka perlu menggulirkan utang yang ada, kata Gill.
Saran Gill kepada negara-negara berkembang adalah dengan cepat dan segera menegosiasikan perjanjian dengan AS untuk menurunkan tarif mereka sendiri dan mencegah tarif AS lebih tinggi, dan memperluas tarif yang lebih rendah ke negara lain.
"Hal ini berarti negara-negara menghabiskan lebih sedikit untuk pendidikan, perawatan kesehatan dan program lain yang dapat meningkatkan pembangunan, katanya.
Baca Juga: Bagaimana BRICS akan Memengaruhi Negara-Negara Berkembang?
Suku bunga diprediksi juga tetap tinggi, mengingat meningkatnya ekspektasi inflasi, yang berarti utang negara-negara dapat naik lebih lanjut jika mereka perlu menggulirkan utang yang ada, kata Gill.
Saran Gill kepada negara-negara berkembang adalah dengan cepat dan segera menegosiasikan perjanjian dengan AS untuk menurunkan tarif mereka sendiri dan mencegah tarif AS lebih tinggi, dan memperluas tarif yang lebih rendah ke negara lain.
(akr)
Lihat Juga :