Genjot Penerimaan, Aset Negara Perlu Dikelola Lebih Optimal
Senin, 07 September 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanya soal optimalisasi aset aset negara yang berpotensi untuk menambah pendapatan ke APBN, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menyebut, di tengah pandemi, pemerintah menghadapi tantangan berat dalam memperbesar pemasukan negara mengingat sektor-sektor swasta juga terdampak, di mana aktivitas bisnis lebih sepi, juga demand dari masyarakat ikut turun.
Adapun terhadap optimalisasi aset, menurut dia, berbagai sumber calon sumber pembiayaan yang potensial, terus diidentifikasi pemerintah, termasuk dalam hal optimalisasi aset negara."Kalau me-manage di situasi darurat, (optimalisasi aset negara) memang itu salah satu pilihan juga. Dalam melihat anggaran pemerintah, tiga tahun ke depan, masih ada potensi minus ke tiga persen," kata dia.
Agar pembiayaan diatur dengan baik, tentu langkah extra ordinary bisa dilakukan. Opsi pertama apa, kapan, dan juga waktu yang tepat. "Namun aset juga harganya sedang jatuh, mencari pembeli juga tidak semudah itu juga, harga juga belum terlalu baik," ucap Masyita.
Baca Juga: Wow! Pemerintah Buru Harta Karun Batangan Emas di Dasar Laut
Ia menambahkan, dari sisi pengelolaan anggaran, pemerintah menerapkan berbagai langkah dengan prinsip melakukan langkah terbaik dan menyiapkan penanganan hingga skenario terburuk. Sehingga diharapkan perekonomian tidak semakin terkontraksi, demand kembali meningkat. Tidak hanya itu, juga perlu melakukan evaluasi secara real time untuk setiap kebijakan dan membuka ruang perbaikan. "Good governance tetap dijaga, pemerintah bekerja di dua sisi, berusaha secepat mungkin, dari sisi pencariran anggaran dipermudah, cepat dengan tetap kedepankan sisi governance," ucapnya.
Adapun terhadap optimalisasi aset, menurut dia, berbagai sumber calon sumber pembiayaan yang potensial, terus diidentifikasi pemerintah, termasuk dalam hal optimalisasi aset negara."Kalau me-manage di situasi darurat, (optimalisasi aset negara) memang itu salah satu pilihan juga. Dalam melihat anggaran pemerintah, tiga tahun ke depan, masih ada potensi minus ke tiga persen," kata dia.
Agar pembiayaan diatur dengan baik, tentu langkah extra ordinary bisa dilakukan. Opsi pertama apa, kapan, dan juga waktu yang tepat. "Namun aset juga harganya sedang jatuh, mencari pembeli juga tidak semudah itu juga, harga juga belum terlalu baik," ucap Masyita.
Baca Juga: Wow! Pemerintah Buru Harta Karun Batangan Emas di Dasar Laut
Ia menambahkan, dari sisi pengelolaan anggaran, pemerintah menerapkan berbagai langkah dengan prinsip melakukan langkah terbaik dan menyiapkan penanganan hingga skenario terburuk. Sehingga diharapkan perekonomian tidak semakin terkontraksi, demand kembali meningkat. Tidak hanya itu, juga perlu melakukan evaluasi secara real time untuk setiap kebijakan dan membuka ruang perbaikan. "Good governance tetap dijaga, pemerintah bekerja di dua sisi, berusaha secepat mungkin, dari sisi pencariran anggaran dipermudah, cepat dengan tetap kedepankan sisi governance," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :