Kondisi Ekonomi Rusia Lebih Buruk Daripada yang Dikatakan Moskow

Rabu, 14 Mei 2025 - 14:20 WIB
loading...
A A A
Negara-negara Barat lainnya, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Jepang juga memberlakukan sanksi serupa.

Ingin memperlihatkan bahwa sanksi Barat tidak berdampak, Rusia menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) mereka tumbuh 4,3% pada tahun 2024 setelah ekspansi 3,6% pada tahun 2023.

Namun Torbjorn Becker, yang mempresentasikan laporan SITE kepada menteri keuangan Uni Eropa, mengatakan bahwa angka PDB Rusia tidak bisa dipercaya karena Moskow kemungkinan besar sangat meremehkan inflasi yang memengaruhi perhitungan PDB riil.

"Rusia mengklaim inflasi adalah 9-10%. Mengapa mereka kemudian memiliki suku bunga kebijakan 21% di bank sentral? Bank sentral mana yang biasanya memiliki suku bunga kebijakan yang pada dasarnya 11,50 poin persentase lebih tinggi daripada tingkat inflasi? Jika ada bank sentral kami yang melakukan hal seperti itu, mereka akan dipecat keesokan harinya," kata Becker kepada wartawan.

"Ini adalah indikasi yang sangat jelas bahwa inflasi mungkin bukan angka yang tepat. Jika Anda meremehkan inflasi, maka Anda akan melebih-lebihkan angka PDB riil," katanya.

Ancaman Lonjakan Defisit Anggaran

Dia juga menunjukkan, kelemahan anggaran Rusia yang disebabkan oleh penurunan pendapatan dari minyak, gas, dan batu bara serta meningkatnya pengeluaran militer. Sejak dimulainya invasi ke Ukraina dan meskipun upaya perang yang masif, Rusia melaporkan defisit anggaran sebesar 2% dari PDB setiap tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Rekomendasi
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
Meski Raja Charles Sudah...
Meski Raja Charles Sudah Reuni dengan Harry, Pangeran William Belum Siap Berdamai
Berita Terkini
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved