Qatar Airways Pesan 160 Pesawat Boeing saat Kunjungan Trump, Nilainya Rp1.571 Triliun
Kamis, 15 Mei 2025 - 17:56 WIB
loading...
Kesepakatan untuk pesawat Boeing 777X dan 787 dengan mesin GE Aerospace ini bernilai USD96 miliar senilai Rp1.571 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Boeing mendapatkan kesepakatan besar untuk pesawat berbodi lebar, ketika maskapai Qatar Airways memesan 160 pesawat jetliner. Ditambah opsi tambahan 50 lagi selama kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke negara-negara teluk Arab.
Kesepakatan untuk pesawat Boeing 777X dan 787 dengan mesin GE Aerospace ini bernilai USD96 miliar senilai Rp1.571 triliun (kurs Rp16.370 per USD), menurut Gedung Putih. Ini merupakan kemenangan bagi Trump dalam kunjungan tingkat tinggi ke wilayah tersebut, meskipun jet tersebut baru akan dikirim beberapa tahun kemudian.
Penjualan ini menjadi dorongan bagi Boeing dan pemasok mesin terbesarnya, ketika pesawat versi besar milik pesaing mereka yakni Airbus A350 yang digerakkan oleh mesin Rolls-Royce, mengalami masalah pemeliharaan akibat beroperasi di iklim terpanas di dunia, termasuk pada wilayah Teluk.
Baca Juga: Maskapai Penerbangan China dan Boeing Paling Parah Kena Hantam Tarif Trump
Perjanjian ini mencakup 160 pesanan pesawat yang terdiri dari 130 pesawat 787 dan 30 pesawat 777X, ditambah opsi untuk 50 pesawat jarak jauh tambahan, menurut Boeing. Kabar pesanan itu mengangkat saham perusahaan naik 0,6% di New York, sedangkan saham GE Aerospace meningkat 0,7%.
Sementara itu Qatar memilih mesin GEnx dari GE Aerospace daripada Trent 1000 dari Rolls-Royce, menurut administrasi. GE9X dari GE Aerospace adalah satu-satunya pilihan mesin untuk 777X.
Kesepakatan untuk 400 mesin GE adalah yang terbesar buat GE Aerospace, kata CEO perusahaan Larry Culp dalam sebuah pernyataan. Hal itu juga ditegaskan oleh Qatar Airways, yang mengatakan kepada Reuters pada bulan Maret bahwa mereka sedang mengerjakan pesanan besar untuk pesawat berbadan lebar.
Kesepakatan untuk pesawat Boeing 777X dan 787 dengan mesin GE Aerospace ini bernilai USD96 miliar senilai Rp1.571 triliun (kurs Rp16.370 per USD), menurut Gedung Putih. Ini merupakan kemenangan bagi Trump dalam kunjungan tingkat tinggi ke wilayah tersebut, meskipun jet tersebut baru akan dikirim beberapa tahun kemudian.
Penjualan ini menjadi dorongan bagi Boeing dan pemasok mesin terbesarnya, ketika pesawat versi besar milik pesaing mereka yakni Airbus A350 yang digerakkan oleh mesin Rolls-Royce, mengalami masalah pemeliharaan akibat beroperasi di iklim terpanas di dunia, termasuk pada wilayah Teluk.
Baca Juga: Maskapai Penerbangan China dan Boeing Paling Parah Kena Hantam Tarif Trump
Perjanjian ini mencakup 160 pesanan pesawat yang terdiri dari 130 pesawat 787 dan 30 pesawat 777X, ditambah opsi untuk 50 pesawat jarak jauh tambahan, menurut Boeing. Kabar pesanan itu mengangkat saham perusahaan naik 0,6% di New York, sedangkan saham GE Aerospace meningkat 0,7%.
Sementara itu Qatar memilih mesin GEnx dari GE Aerospace daripada Trent 1000 dari Rolls-Royce, menurut administrasi. GE9X dari GE Aerospace adalah satu-satunya pilihan mesin untuk 777X.
Kesepakatan untuk 400 mesin GE adalah yang terbesar buat GE Aerospace, kata CEO perusahaan Larry Culp dalam sebuah pernyataan. Hal itu juga ditegaskan oleh Qatar Airways, yang mengatakan kepada Reuters pada bulan Maret bahwa mereka sedang mengerjakan pesanan besar untuk pesawat berbadan lebar.
Lihat Juga :