Aset Beku Rusia Digerogoti Negara Eropa, Terbaru Rp1,6 T Mengalir ke Ukraina

Selasa, 20 Mei 2025 - 06:47 WIB
loading...
Aset Beku Rusia Digerogoti...
Negara-negara Uni Eropa (UE) memanfaatkan dana Rusia yang dibekukan untuk mengirimkan bantuan ke Ukraina. Giliran Finlandia mengirimkan sekitar USD100 juta atau setara Rp1,6 triliun dalam bentuk amunisi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Negara-negara Uni Eropa (UE) memanfaatkan dana Rusia yang dibekukan untuk mengirimkan bantuan ke Ukraina. Kali ini giliran Finlandia mengirimkan sekitar USD100 juta atau setara Rp1,6 triliun (kurs Rp16.221 per USD) dalam bentuk amunisi, dari hasil menggunakan keuntungan dari aset yang dibekukan.

Kementerian Pertahanan menerangkan, Finlandia akan memasok amunisi berat ke Kiev usai memanfaatkan hasil dari aset Rusia yang dibekukan akibat konflik Ukraina. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan lebih luas Uni Eropa untuk mengalihkan keuntungan dari aset Rusia yang diimobilisasi.

Sebagian besar merupakan obligasi pemerintah UE, AS (Amerika Serikat), dan Inggris yang disimpan di lembaga penyimpanan sekuritas yang berbasis di Brussels-untuk membiayai militer Ukraina. Sementara itu Moskow menganggap penyitaan asetnya sebagai tindakan pencurian.

Baca Juga: Trump Siapkan Sanksi Mematikan ke Rusia, Ancaman Kiamat Ekonomi bagi Putin

Finlandia mencapai kesepakatan dengan Komisi Eropa untuk mengirim uang melalui European Peace Facility (EPF), kata kementerian dalam sebuah pernyataannya. Di bawah kesepakatan tersebut, Finlandia akan menyuplai amunisi berat senilai USD101 juta yang diperoleh dari produsen dalam negeri.

Pemerintah Finlandia mengatakan, bahwa kesepakatan ini bakal menguntungkan industri pertahanan lokal. Pada bulan Maret, Helsinki mengumumkan paket bantuan militer ke-28 untuk Ukraina, yang bernilai sekitar USD225 juta.

Seperti diketahui negara-negara Barat telah membekukan dana kedaulatan Rusia yang diperkirakan nilainya mencapai USD300 miliar setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022. Sekitar USD213 miliar dari jumlah ini dipegang oleh Euroclear.

Dana yang dibekukan telah mengakumulasi miliaran dalam bentuk bunga, di mana Euroclear mentransfer USD1,63 miliar ke Kiev pada bulan Juli lalu. Rusia mengutuk aksi pembekuan aset miliknya, dan mengisyaratkan kemungkinan langkah balasan terhadap investasi Barat.

Moskow juga memperingatkan mengenai pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan memperpanjang konflik dan meningkatkan ancaman keamanan regional.

Menurut estimasi Kiel Institute, Kiev telah menerima bantuan NATO lebih dari USD363 miliar pada Februari 2025. Di sisi lain sebuah laporan terbaru oleh Eurasia Observatory, yang melacak dampak jangka panjang konflik terhadap kejahatan terorganisir, menunjukkan bahwa gelombang besar senjata yang disuplai dari Barat ke Ukraina akan menghantam pasar gelap Eropa setelah konflik dengan Rusia berakhir.

Baca Juga: AS Cabut Sanksi Rusia Terkait Proyek Minyak Internasional

Laporan itu juga menyatakan bahwa senjata, termasuk senjata berat, sedang disimpan di seluruh Ukraina, dan bahwa setelah konflik berakhir dan hukum militer dicabut, pengurangan kontrol negara dapat menciptakan peluang bagi kejahatan terorganisir.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved