RAPBN 2021 Dinilai Ringkih dan Bisa Merugikan Bangsa

Selasa, 08 September 2020 - 14:03 WIB
loading...
RAPBN 2021 Dinilai Ringkih...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, desain Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2021 tidak kokoh. Selain itu, RAPBN ini juga tidak solid dan terkesan kompromistis.

"Apakah karena lobi, atau apa juga tidak tahu. Malahan ada UU yang juga tiba tiba disahkan kala pandemi, dalam waktu cepat disahkan, seperti UU minerba," kata Ekonom Senior Indef Didin Damanhuri saat diskusi daring di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Seharusnya, RAPBN 2021 ini bisa sukses seperti AS yang menangani depresi atau seperti Thailand yang bisa mendongkrak daya beli. Dengan demikian, Indonesia perlu nota APBN yang harus dipikirkan matang-matang. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga perlu catatan kritis agar RAPBN ini tidak akan merugikan bangsa nantinya. ( Baca juga:Simalakama Pengangkatan Staf Ahli buat Direksi BUMN )

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin target pertumbuhan ekonomi di 2021 yang dipatok oleh RAPBN 2021 realistis. Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 4,5% hingga 5,5% pada tahun depan. Namun menurut Didin, angka tersebut mustahil dicapai kalau RAPBN 2021 belum diperbaiki. ( Baca juga:Corona Masih Tinggi Dinilai Bisa Memicu Jatuhnya Korban di Pilkada )

"Kalau sudah begini, nanti target target pertumbuhan ekonomi yang 5%, jangan-jangan maksimal hanya bisa tumbuh 2%. Bahkan bisa 0% malahan bisa bisa minus," ungkap Didin.

Bahkan, kemiskinan, menurut dia, bisa di atas 10%. Sekarang saja, kemiskinan yang ekstrem atau yang rentan sudah nambah 8%. "Yang rentan miskin dari 100 juta sudah 150 juta sekarang. Jadi secara keseluruhan bisa naik di atas 10%. Ketimpangan juga bisa di atas 4% karena dampak pembangunan infrastruktur yang lebih mendahulukan perusahaan besar," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved