Hubungan AS-China Membaik, Harga Bitcoin Menguat 9% dalam Sepekan
Rabu, 11 Juni 2025 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan kenaikan harga Bitcoin hingga ke level USD110.000 mencerminkan kepercayaan pasar bahwa aset digital ini bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi bagian dari arsitektur ekonomi digital global.
Di tingkat domestik, kata Antony, respons pasar lokal juga menunjukkan antusiasme yang meningkat. Investor ritel Indonesia kembali aktif, menyusul pergerakan harga yang positif. "Ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia turut berkontribusi terhadap dinamika global," ucapnya.
Menurut dia sejumlah faktor eksternal turut memengaruhi pergerakan harga Bitcoin, termasuk rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada 11 Juni dan angka pengangguran pada 12 Juni. Kedua indikator ini diperkirakan akan menjadi acuan bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Baca Juga: Alokasikan Listrik 2.000 MW, Pakistan Siap Jadi Pusat Tambang Bitcoin
Kombinasi antara ketidakpastian suku bunga, tekanan inflasi, dan dinamika geopolitik telah mendorong investor untuk mencari aset yang tidak terikat pada kebijakan moneter konvensional.
"Bitcoin relevan karena tidak tunduk pada intervensi kebijakan. Ia beroperasi berdasarkan prinsip transparansi, suplai terbatas, dan konsensus global," kata Antony.
Di tingkat domestik, kata Antony, respons pasar lokal juga menunjukkan antusiasme yang meningkat. Investor ritel Indonesia kembali aktif, menyusul pergerakan harga yang positif. "Ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia turut berkontribusi terhadap dinamika global," ucapnya.
Menurut dia sejumlah faktor eksternal turut memengaruhi pergerakan harga Bitcoin, termasuk rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada 11 Juni dan angka pengangguran pada 12 Juni. Kedua indikator ini diperkirakan akan menjadi acuan bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Baca Juga: Alokasikan Listrik 2.000 MW, Pakistan Siap Jadi Pusat Tambang Bitcoin
Kombinasi antara ketidakpastian suku bunga, tekanan inflasi, dan dinamika geopolitik telah mendorong investor untuk mencari aset yang tidak terikat pada kebijakan moneter konvensional.
"Bitcoin relevan karena tidak tunduk pada intervensi kebijakan. Ia beroperasi berdasarkan prinsip transparansi, suplai terbatas, dan konsensus global," kata Antony.
Lihat Juga :