Daftar Lengkap 14 Negara yang Disurati Trump Beserta Tarifnya
Rabu, 09 Juli 2025 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Ketika presiden pertama kali mengumumkan serangkaian tarif tinggi pada bulan April, kekacauan terjadi di pasar keuangan, yang menyebabkan presiden menangguhkan beberapa tarif tertinggi untuk memungkinkan perundingan, sambil mempertahankan tarif sebesar 10%.
Trump awalnya menggambarkan tarif tinggi sebagai "resiprokal", dimana Ia mengklaim bahwa tarif tersebut diperlukan untuk melawan aturan perdagangan negara lain yang dia anggap tidak adil bagi ekspor AS.
Dia secara terpisah juga mengumumkan tarif untuk sektor-sektor kunci, seperti baja dan mobil, dengan alasan kekhawatiran pada keamanan nasional, dan mengancam eningkatkan bea atas barang lainnya, seperti farmasi dan kayu. Kebijakan yang bertingkat ini telah memperumit pembicaraan perdagangan, dimana tarif mobil menjadi titik masalah utama dalam negosiasi dengan Jepang dan Korea Selatan.
Sejauh ini, AS telah menjalin kesepakatan dengan Inggris dan Vietnam, serta kesepakatan parsial dengan China. Dalam ketiga kasus tersebut, kesepakatan tarif itu cenderung meningkat dibandingkan dengan tingkatan sebelum Trump kembali ke Gedung Putih.
Sementara itu isu-isu kunci masih belum terpecahkan. AS mengatakan, kesepakatan dengan India hampir tercapai. Ditambahkan Uni Eropa juga terlibat dalam pembicaraan, dengan laporan yang menunjukkan pejabat di blok tersebut tidak mengharapkan untuk menerima surat tarif.
Seorang juru bicara UE juga mengatakan, bahwa presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen telah melakukan 'pertukaran yang baik' dengan Trump. Beberapa minggu yang lalu, presiden AS mengancam Uni Eropa dengan pajak 50% jika tidak mencapai kesepakatan.
Ancaman Trump juga membayangi Jepang yang bisa menghadapi tarif '30% atau 35%' jika negara itu gagal mencapai kesepakatan dengan AS.
Banjir Tawaran Negosiasi
Menteri Keuangan Scott Bessent meramalkan, beberapa hari ke depan, bakal menjadi hari yang sibuk. "Kami telah melihat banyak orang mengubah nada mereka dalam hal negosiasi. Jadi kotak surat saya penuh semalam dengan banyak tawaran baru, banyak proposal baru," katanya.Trump awalnya menggambarkan tarif tinggi sebagai "resiprokal", dimana Ia mengklaim bahwa tarif tersebut diperlukan untuk melawan aturan perdagangan negara lain yang dia anggap tidak adil bagi ekspor AS.
Dia secara terpisah juga mengumumkan tarif untuk sektor-sektor kunci, seperti baja dan mobil, dengan alasan kekhawatiran pada keamanan nasional, dan mengancam eningkatkan bea atas barang lainnya, seperti farmasi dan kayu. Kebijakan yang bertingkat ini telah memperumit pembicaraan perdagangan, dimana tarif mobil menjadi titik masalah utama dalam negosiasi dengan Jepang dan Korea Selatan.
Sejauh ini, AS telah menjalin kesepakatan dengan Inggris dan Vietnam, serta kesepakatan parsial dengan China. Dalam ketiga kasus tersebut, kesepakatan tarif itu cenderung meningkat dibandingkan dengan tingkatan sebelum Trump kembali ke Gedung Putih.
Sementara itu isu-isu kunci masih belum terpecahkan. AS mengatakan, kesepakatan dengan India hampir tercapai. Ditambahkan Uni Eropa juga terlibat dalam pembicaraan, dengan laporan yang menunjukkan pejabat di blok tersebut tidak mengharapkan untuk menerima surat tarif.
Seorang juru bicara UE juga mengatakan, bahwa presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen telah melakukan 'pertukaran yang baik' dengan Trump. Beberapa minggu yang lalu, presiden AS mengancam Uni Eropa dengan pajak 50% jika tidak mencapai kesepakatan.
Ancaman Trump juga membayangi Jepang yang bisa menghadapi tarif '30% atau 35%' jika negara itu gagal mencapai kesepakatan dengan AS.
(akr)
Lihat Juga :